"Kalau bisa soal perburuan ini, jangan lewat 2012. Masuk tahun depan itu, sebaiknya sudah ada solusi buat perburuan," ujar Ketua Hipmi Reza Rajasa dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (2/12/2012)
Ia khawatir, soal perburuan ini akan merusak reputasi Indonesia sebagai tujuan investasi dunia ke depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Reza menambahkan, ada dua faktor yang berpotensi menurunkan daya saing dan iklim investasi di Indonesia. Pertama faktor eksternal. Negara-negara lain sedang melakukan pembenahan dan meningkatkan daya saingnya dengan cepat. Mereka adalah negara-negara tetangga kita, dan Indocina seperti Vietnam, Laos, Kamboja, dan menyusul Myanmar.
Relokasi industri ke negara-negara ini bisa berlangsung dengan cepat, ketika ada masalah dengan industri di dalam negeri. Kedua, faktor internal. Misalnya, soal buruh, inefisiensi ekonomi dan birokrasi yang lambat.
Dikatakan Reza, dalam dua tahun ke depan, Hipmi memperkirakan industri nasional bakal minim perhatian. Pasalnya, tahun depan sudah memasuki tahun politik.
"Ini yang kita khawatirkan lagi. Apalagi tahun 2015, kita masuk Asean Economic Community. Tahun 2014 ada Pemilu. Ini tahun politik semua. Jadi soal buruh ini harus segera selesai," katanya.
Hipmi berharap agak pengusaha dan buruh duduk bersama dan mencari win-win solution. “Jangan saling bentak-membentak dan ancam-mengancam begini. Semua duduk dengan kepala dingin. Pasti ada win-win solution-ya," serunya.
(hen/wep)











































