Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tingkat inflasi di November 2012 mencapai 0,07%. Inflasi ini jauh lebih rendah dari inflasi Oktober 2012 yang mencapai 0,16%
Secara tahunan alias year on year inflasi November 2012 mencapai 4,32%, sementara inflasi tahun berjalan alias year to date (Januari-Oktober 2012) mencapai 3,73%.
Hal ini disampaikan oleh Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadi Wibowo dalam acara konferensi pers di Jakarta, Senin (3/12/2012)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara inflasi terendah terjadi di Jember 0,03%. Lalu deflasi tertinggi di Manokwaro minus 0,96% dan Lhoksumawe dan Maumere minus 0,88%
Menurut Hadi komposisi inflasi lebih banyak karena inflasi inti. BPS menilai hal ini masih dalam batas normal.
"Yang inflasi turun karena harga bahan makanan cabai sayur-sayuran, buah-buahan penurunan yang cukup tajam. Ayam ikan juga turun meskipun harga daging naik, masih bisa menurunkan harga," kata Hadi.
Hadi juga mengatakan inflasi yang lebih tipis dari bulan lalu karena ada penurunan harga emas perhiasan, walaupun bulan ini masih peluang untuk naik.
"Bahan makanan masih tinggi, meskipun sudah rendah, ini dikejar pemerintah," katanya. (hen/dnl)










































