Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) bakal terus mencari jalan agar tiket moda transportasi mass rapid transit (MRT) bisa semurah-murahnya, turun dari perkiraan Rp 38 ribu.
Besok Jokowi akan bertemu dengan Menteri Keuangan Agus Martowardojo pukul 15.00 guna membicarakan soal proyek peninggalan Gubernur DKI sebelumnya Fauzi Bowo (Foke).
Jokowi berharap porsi nilai proyek yang ditanggung pemerintah provinsi Jakarta melalui PT MRT Jakarta bisa turun.
Saat ini pemerintah pusat menanggung 52% dan Pemprov DKI menanggung 48% dari nilai proyek MRT Lebak Bulus-Bundaran HI Rp 15 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jadi, kata Jokowi, dirinya ingin harga tiket MRT bisa ditekan sehingga tak kemahalan. Karena Jokowi akan bernegosiasi kembali dengan pemerintah pusat terkait porsi investasi MRT. "Tetap akan dinegoisasi ulang supaya posisi karcisnya murah," imbuh Jokowi.
Selain itu, Jokowi juga ternyata belum mengetahui soal syarat dan ketentuan pinjaman kepada Japan International Cooperation Agency (JICA) terkait proyek MRT tersebut. "Saya mau minta semuanya (dokumen) komplit karena gubernur bertanggung jawab mutlak," tegas Jokowi.
Seperti diketahui, proyek MRT tahap I membutuhan dana Rp 15 triliun. Dana tersebut didapat dari utang ke Japan International Cooperation Agency (JICA).
Pemerintah pusat meananggung 52% dari total kebutuhan dana, yang diberikan sebagai hibah ke Pemprov DKI. Kemudian Pemprov hanya berutang 48% dari total kebutuhan dananya.
Dana pinjaman itu harus dikembalikan dengan bunga 0,2% dan 0,4% dengan jangka waktu pengembalian 30 tahun plus 10 tahun.
Jaringan MRT Jakarta ada dua, antara lain koridor satu Lebak Bulus hingga Kampung Bandan. Koridor dua dengan jalur Timur ke Barat, mulai dari Balaraja hingga Cikarang.
Proyek MRT tahap I antara lain Lebak Bulus-Bundaran HI diantaranya sebanyak tujuh stasiun berada di permukaan tanah yakni Lebakbulus, Fatmawati, Cipete Raya, H Nawi, Blok A, Blok M, dan Sisingamangaraja. Sisanya, enam stasiun di bawah tanah atau subway terletak di Masjid Al-Azhar, Istora Senayan, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, dan Bundaran HI.
(dnl/hen)











































