Depkeu Akui Belum Cairkan Subsidi BBM ke Pertamina
Selasa, 21 Sep 2004 12:43 WIB
Jakarta -
Dirjen Anggaran Depkeu Achmad Rochjadi mengakui hingga saat ini pemerintah belum membayar subsidi BBM kepada Pertamina sebesar Rp 12,2 triliun. Pasalnya Ditjen Anggaran sejauh ini belum menerima permintaan pengucuran dana tersebut dari Dirjen Lembaga Keuangan Depkeu Darmin Nasution."Saya sendiri tidak tahu alasannya apa. Tapi memang belum, karena itu kan urusan Pak Darmin. Kita memang belum ada permintaan dari dia," kata Achmad Rochjadi usai Rapim Eselon I di lingkungan Depkeu, di Gedung Depkeu, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (21/9/2004).Sebelumnya, pemerintah diharapkan segera mencairkan pembayaran subsidi BBM kepada PT Pertamina (Persero) periode Juli dan Agustus. Menurut catatan Pertamina, subsidi yang harus dibayarkan tersebut berjumlah Rp 5,1 triliun untuk bulan Juli dan Rp 7,1 triliun untuk bulan Agustus.Demikian diungkapkan Direktur Keuangan Pertamina Alfred Rohimone di sela-sela peluncuran mobil tangki berwarna dan pemberian bantuan air bersih di Depot Plumpang, Jakarta, Minggu (19/9/2004) lalu."Subsidi Juli yang harusnya dicairkan bulan Agustus sejumlah Rp 5,1 triliun hingga saat ini belum dibayar. Demikian pula subsidi bulan Agustus yang seharusnya dibayar September sebesar Rp 7,1 triliun," ujar Alfred.Namun demikian, lanjutnya, subsidi bulan Juli tersebut jika dicairkan, maka jumlahnya tidak lagi mencapai Rp 5,1 triliun. Alasannya Pertamina masih memiliki kewajiban kepada pemerintah. "Jadi jika dikurangi dengan kewajiban kami kepada pemerintah, jumlah subsidi Juli hanya tinggal Rp 1,6 triliun," jelasnya.
(san/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































