Hatta: Tiket MRT Jakarta Butuh Subsidi!

Hatta: Tiket MRT Jakarta Butuh Subsidi!

- detikFinance
Rabu, 05 Des 2012 20:36 WIB
Hatta: Tiket MRT Jakarta Butuh Subsidi!
Jakarta - Menko Perekonomian Hatta Rajasa menegaskan untuk mengoperasikan Mass Rapid Transit (MRT) dibutuhkan subsidi tiket untuk meringankan beban masyarakat. Pemberian subsidi ini biasa dilakukan oleh pemerintah negara lain.

"Itu harus dipikirkan. Di mana-mana MRT itu disubsidi negara. Bisa pemerintah pusat bisa pemerintah daerah, masa rakyat dibedakan, itu rakyat DKI, ya sama-sama," ujar Hatta di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (5/12/2012).

Hatta menyatakan setelah berbicara dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tadi pagi, ia menyatakan kesediannya untuk mencarikan solusi mengenai permasalahan pembiayaan proyek ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya bicara dengan Pak Jokowi, dia bilang Pak Hatta gimana ini, dia meminta Pak Menko untuk mencarikan solusi. Saya setuju kalau ini dicarikan solusi. Jangan kita mengatakan pokoknya begini pokoknya begitu rakyat nantinya yang jadi korban," ujarnya.

Menurut Hatta, solusi terbaik dari permasalahan tersebut adalah pemberian subsidi. Pasalnya, meski harus keluar uang untuk pembayaran subsidi tetapi terdapat dampak positif dari naiknya pendapatan per kapita nasional karena perbaikan transportasi di ibukota.

"Itu adalah memang harus ada subsidi, kalau tidak ada subsidi memang rakyat tidak bisa membayarnya. Ingat pendapatan per kapita kita itu akan naik ketika MRT berjalan nanti," jelasnya.

Hatta menambahkan dalam menyelesaikan masalah tersebut terdapat 3 pendekatan. Pertama, penurunan biaya, kemudian peningkatan pendapatan melalui sektor sampingan MRT, dan ketiga penentuan besaran subsidi yang diberikan.

"Ada tidak beban-beban investasi yang bisa dikurangi, bagaimana subsidi itu diberikan, bagaimana kita cek lagi seberapa besar, sampai tahun berapa," paparnya.

Hatta menilai tanpa subsidi masyarakat akan merasa keberatan. Hal ini karena tidak warga DKI Jakarta memiliki pendapatan yang dapat menutupi biaya transportasinya per hari.

"Kalau Rp 38 ribu tidak kuat masyarakatnya, jadi perlu subsidi. Dikaitkan pendapatan masyarakat kita, kira-kira Rp 38 ribu itu yang naik MRT siapa. Kalau pekerja-pekerja pendapatan sehari Rp 50 ribu-75 ribu, cuma pergi doang," pungkasnya.

(nia/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads