Tahun Depan Aksi Demo Buruh Masih Bakal Berlanjut

Tahun Depan Aksi Demo Buruh Masih Bakal Berlanjut

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Kamis, 06 Des 2012 12:37 WIB
Tahun Depan Aksi Demo Buruh Masih Bakal Berlanjut
Jakarta -

Kalangan buruh memastikan akan terus berdemo jika tuntutan-tuntutan mereka belum terpenuhi. Pada 2013, kalangan buruh masih mengusung isu menolak upah murah dan mendorong upaya jaminan kesehatan dan pensiun.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal memastikan tahun depan masih akan diwarnai demo-demo buruh, karena masih banyak agenda yang harus diperjuangkan buruh. Menurutnya aksi demo bukan pilihan utama buruh, namun pihaknya akan lebih dahulu menempuh proses lobi dan negosiasi sebelum turun ke jalan.

Said yang juga Presidium Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) menambahkan setidaknya ada 7 isu utama perjuangan buruh yang menjadi prioritas mereka, antara lain:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Reformasi Jaminan Sosial
2. Melawan outsourcing yang tak sesuai Undang-undang
3. Menolak upah murah
4. Memperkuat pengawasan perburuhan
5. Memperkuat peradilan perburuhan cepat murah dan adil
6. Melawan union busting dan kriminalisasi serikat pekerja
7. Spesial ekonomi zone

"Itu menjadi prioritas, ini perjuangan jangka panjang," katanya kepada detikFinance, Kamis (6/12/2012)

Ia menuturkan, agenda buruh tahun ini adalah penghapusan outsourcing dan mendesak upah buruh layak denga mendorong kenaikan UMP/UMK 2013 bisa di atas Kebutuhan Hidup Layak (KHL).

"Masalah penguatan jaminan kesehatan dan jaminan pensiun, tahun depan. Masalah upah tetap menjadi isu 2013," katanya.

Iqbal menambahkan setelah demontrasi besar-besaran kemarin (5/12/2012), pihak belum berencana turun ke jalan lagi setidaknya hingga akhir tahun. Namun pada awal tahun, jika masalah kriminalisasi terhadap pimpinan serikat pekerja belum ada jalan keluarnya, maka pihaknya akan kembali mengerahkan buruh besar-besaran.

"Untuk sementara belum, kalau kriminalisi masih terjadi, awal Januari kita akan turun ke jalan lagi," katanya.

Ia menepis kalau selama ini buruh berdemo hanya sebatas senang-senang 'ketagihan' turun ke jalan. Turun ke jalan dapat dihindari apabila tuntutan buruh bisa dipenuhi.

"Selama ini kita ada konsep, kita lobi dan aksi. Jangan lihat buruh itu kerajinan aksi, sebelum aksi kita lobi dahulu, kita datang ke DPR, bipatrit, namun kenyataannya itu tidak pernah menyelesaikan subtansi," katanya.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads