Kadin Berharap SBY Cari Menteri dari Kalangan Profesional
Selasa, 21 Sep 2004 15:00 WIB
Jakarta - Kalangan pengusaha berharap capres SBY yang diperkiakan akan memenangkan pilpres II bisa mengakomodir kalangan profesional dalam tim ekonominya. Pasalnya dengan kemenangan mutlak dan popularitas yang dimilikinya SBY secara politis tidak punya beban untuk mengatur bargaining orang-orang yang akan duduk di tim ekonominya.Hal ini disampaikan oleh Ketua Kadin MS Hidayat sebelum diskusi mengenai WTO di Gedung Menara Kadin, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Selasa (21/9/2004)."Saya kira SBY tidak punya beban untuk melakukan akomodasi politik sampai maksimal sehingga kalau kabinetnya ramping dan terdiri dari kabinet ahli saya kira dia akan mampu melakukan (perubahan) dan akan diterima oleh masyarakat politik maupun dunia usaha," tegas MS Hidayat.Dengan popularitas yang dimilikinya SBY tidak memiliki beban dalam mengakomodir si A atau si B secara politis dalam kabinetnya. Namun Kadin tetap berharap tim yang ditunjuk SBY merupakan orang-orang yang pro bisnis dan mengerti pasar serta mengerti persaingan yang akan terjadi dalam lima tahun ke depan seperti apa.Karenanya dia berharap menteri yang duduk di posisi strategis seperti Menperindag, Menkeu, Mentan, Menhut merupakan orang-orang yang bisa berkompetisi dengan menteri negera kompetitor seperti Thailand dan Singapura serta mampu berkompetisi di tingkat WTO."Karena itu di kabinet yang akan datang haruslah orang ahli yang profesional yang dikenal di bidangnya dan cukup kompeten. Saya juga berharap dalam 100 hari kepemimpinan SBY sudah bisa melakukan sejumlah langkah. Saya kira itu penting untuk memberikan sinyal positif karena dalam 100 hari harus ada tindakan-tindakan yang bisa menjamin stabilitas politik dan keamanan," katanya.SBY menurutnya harus mengeluarkan sejumlah kebijakan terutama di bidang law enforcement terutama untuk melakukan hal-hal yang sifatnya penindakan atau penertiban hukum seperti penyelundupan.SBY juga perlu melakukan regulasi di bidang ketenagakerjaan seperti menghapus Kepmen 150 dan melakukan regulasi di bidang pajak dengan menurunkan PPh Badan dari 30 persen menjadi di bawah 25 persen. "Jika hal itu dilakukan kami tentu akan membantu sepenuhnya dan ikut bersama pemerintah membuka kembali komunikasi atau network ke dunia internasional agar investor dari dunia internasional bisa masuk lagi ke Indonesia," katanya.MS Hidayat optimis jika hal itu dilakukan maka investor asing akan melirik Indonesia lagi. Kadin, katanya, beberapa waktu lalu sempat diminta masukannya oleh SBY tentang orang-orang yang layak masuk kabinet. Kadin sudah mengajukan nama yang sifatnya tidak resmi."Kami dengan senang harus memberikan rekomendasi. Ini penting karena pemerintah sekarang tim ekonominya terlalu birokrat. Padahal harusnya mampu bersaing terutama yag berkaitan dengan WTO dan bukan diambil orang yang bertipe birokrat karena sekarang ini kompetisinya bukan antarnegara saja sehingga harus friendly, itu satu-satunya jalan jika pertumbuhan mau digenjot di atas 5 persen," katanya.Dalam kesempatan tersebut MS Hidayat juga mengaku optimis dalam rentang 8 bulan hingga 1 tahun mendatang investor akan masuk ke Indonesia.
(san/)










































