Soekarno-Hatta Terlalu Padat, Bandara Karawang Harus Dibangun

Soekarno-Hatta Terlalu Padat, Bandara Karawang Harus Dibangun

Zulfi Suhendra - detikFinance
Kamis, 06 Des 2012 15:57 WIB
Soekarno-Hatta Terlalu Padat, Bandara Karawang Harus Dibangun
Jakarta - Pemerintah berencana menambah bandara internasional baru di Karawang karena padatnya Bandara Soekarno-Hatta. Pembangunan bandara baru ini salah satu solusi untuk mengurai kemacetan.

Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengatakan, bandara Karawang harus dibangun karena kota sepadat Jakarta tidak bisa mengandalkan satu bandara saja.

"Kami dari Kementerian Perhubungan mengingat kota sebesar Jakarta harus mempunyai lebih dari satu bandara," kata Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis, (6/12/12).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menambahkan, saat ini tak hanya Bandara Soekarno Hatta saja yang mengalami kepadatan volume orang dan kendaraan, namun akses jalanan menuju ke bandara pun menjadi tak karuan. Oleh sebab itu diperlukan adanya bandara baru di Timur Jakarta untuk memecah kepadatan lalu lintas ini.

"Karena kita memecah konsentrasi lalu lintas sebab sekarang terkonsentrasi bandara lebih ke arah barat. Nanti kalau ada satu timur dan barat nantinya akan lebih efisien, masyarakat bisa memilih berdasarkan tempat tinggal atau asalnya," jelasnya.

Bambang mengatakan, ada 5 lokasi yang akan menjadi kandidat wilayah bandara baru di Karawang. Pembangunan bandara ini akan sesuai dengan kaidah lingkungan dan tata ruang pemerintah daerah. Namun Bambang tak menjelaskan 5 lokasi tersebut.

"Kita akan lihat tinjau lokasi dan memilihnya yang paling sesuai dengan tata ruangnya yang paling sesuai dengan lingkungan. Iya kita di Karawang. Kita lihat lokasinya kan di situ ada 5 daerah, calon lokasinya nggak cuma satu," paparnya.

Bahkan, Menteri Perhubungan EE Mangindaan menjelaskan, apabila lahan di daratan tak tersedia, pilihan bisa tertuju ke lahan reklamasi di tepi pantai.

"Saya lupa di mana lokasinya, kalaupun ada sampai kita sulit untuk mendapatkan tanah, kita berani untuk ke pinggir pantai, reklamasi. Lebih murah," ungkap Mangindaan.

(zlf/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads