Lonjakan Harga Minyak Hanya Bersifat Temporer
Selasa, 21 Sep 2004 17:30 WIB
Jakarta -
Kenaikan harga minyak yang saat ini menyentuh level US$ 43 per barrel diyakini hanya bersifat temporer karena disebabkan oleh non-fundamental faktor, seperti topan Ivan. Topan tersebut dikhawatirkan mengganggu produksi minyak di Gulf, Meksiko sehingga menurunkan suplai ke Amerika Serikat sebesar 20 persen.Demikian diungkapkan Presiden OPEC Purnomo Yusgiantoro yang juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (21/9/2004)."Produksi minyak di Gulf Mexico turun akibat topan Ivan sehingga berpengaruh pada berkurangnya supplay minyak ke Amerika. Ini berdampak pada kenaikan harga tapi diharapkan hanya bersifat temporer," ujar Purnomo.Menurutnya OPEC sebelumnya sangat berharap keputusan untuk meningkatkan produksi sebesar 1 juta barel per hari dapat memberi efek psikologis seperti yang terjadi setelah pada Juni lalu setelah OPEC menaikkan produksinya sebesar 2,5 juta barel per hari. "Tapi ternyata ada masalah lain yang sifatnya non-psikologis," tegas Purnomo.Ditanya mengenai posisi Presiden OPEC jika dirinya tak lagi menjabat sebagai MESDM di pemerintahan yang baru, menurut Purnomo, jabatan itu secara langsung akan diberikan kepada menteri yang baru. "Sesuai OPEC decision, MESDM selanutnya akan melanjutkan pekerjaan saya, dia akan tetap menjadi Presiden OPEC," ujarnya.
(san/)










































