Ketua Dewan Hortikutura Nasional Benny Kusbini menyayangkan hal ini. Menurutnya, siapapun yang mengimpor singkong ini dinilai kurang memiliki rasa nasionalisme.
"Kelewatan ini, aneh kok kita impor singkong. Coba yang impor itu punya rasa nasionalisme sedikit lah," ungkap Benny saat dihubungi detikFinance, Jumat (7/12/12).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, kualitas singkong dalam negeri pun tak kalah dengan singkong dari luar negeri. Hanya saja, dia memperkirakan harga singkong impor lebih murah dibanding singkong lokal.
"Mungkin singkong impor itu lebih murah makanya mereka impor. Atau Mungkin dia nggak tau kalau di dalam negeri ada singkong," tuturnya.
Benny menuturkan harga singkong dalam negeri bervariatif. Mulai dari kisaran Rp 300-500/kg. "Kalau yang impor saya nggak tau harganya. Saya nggak pernah impor," cetusnya.
Seperti diketahui berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), total impor singkong pada tahun ini hingga Oktober 2012 sebesar 13.300 ribu ton dengan nilai US$ 3,4 juta atau Rp 32,3 miliar.
Selain impor dari Thailand tersebut, pada bulan April dan Mei 2012, sebanyak 5.057 ton singkong berasal China dengan nilai US$ 1,3 juta masuk ke tanah air. Impor ini kemudian berhenti pada bulan Mei ini.
Sementara itu, pada Mei impor singkong dilakukan dari negara Vietnam. Sebanyak 1.342 ton singkong dengan nilai US$ 340 ribu masuk ke Indonesia. Dari bulan Juli sampai September 2012, tidak terdapat impor singkong dari negara manapun.
Tahun lalu, pada bulan Januari-Juni 2011, Indonesia tercatat mengimpor ubi kayu dengan total 4.730 ton dengan nilai US$ 21,9 ribu.
(zul/hen)











































