Indonesia Impor Singkong, Ini Komentar Dahlan Iskan

Indonesia Impor Singkong, Ini Komentar Dahlan Iskan

Zulfi Suhendra - detikFinance
Minggu, 09 Des 2012 14:40 WIB
Indonesia Impor Singkong, Ini Komentar Dahlan Iskan
Indramayu -

Indonesia tercatat mengimpor singkong senilai Rp 32 miliar dari 3 negara yakni China, Thailand, dan Vietnam. Menteri Badan Usaha Milik Negara, Dahlan Iskan menganggap hal ini bukan isu yang besar.

"Impor dan tidak impor itu jangan menjadi isu yang tidak proporsional," ungkap Dahlan ketika ditemui, Minggu (9/12/12).

Menurut Dahlan, impor itu biasa dilakukan apabila jenis komoditas yang diimpor tidak dapat diproduksi dalam negeri. Dahlan mencontohkan, terdapat beberapa jenis daging dan beras yang tidak dapat ditemui di dalam negeri yang kemudian harus diimpor untuk pemenuhan permintaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seandainya kita semua sudah bisa memproduksi beras 100 juta ton, apakah berarti kita tidak bisa impor? Tetap impor. Karena ada orang yang pingin beli beras yang harganya 60 ribu per kg. Karena ada kebutuhan masyarakat yang kita tidak memproduksi," ungkap Dahlan.

"Jadi ini masalah spesifikasi saja," tambahnya.

Dahlan menambahkan, maka impor dengan kondisi seperti ini adalah hal yang lumrah. Namun harus juga dibarengi dengan praktik ekspor.

"Bisa saja kita ekspor singkong tapi juga impor, ekspor daging tapi juga impor." katanya.

Kecuali, lanjut Dahlan, jika impor dilakukan dengan alasan komoditi dalam negeri kurang, praktik impor dengan kondisi seperti itulah yang harus dikurangi.

"Tapi kalau kita impor gara-gara kurang itu yang harus dikecam. Saya setuju dikecam impor selagi kita tidak mampu," cetusnya.

Seperti diketahui berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), total impor singkong pada tahun ini hingga Oktober 2012 sebesar 13.300 ribu ton dengan nilai US$ 3,4 juta atau Rp 32,3 miliar.

Selain impor dari Thailand tersebut, pada bulan April dan Mei 2012, sebanyak 5.057 ton singkong berasal China dengan nilai US$ 1,3 juta masuk ke tanah air. Impor ini kemudian berhenti pada bulan Mei ini.

Sementara itu, pada Mei impor singkong dilakukan dari negara Vietnam. Sebanyak 1.342 ton singkong dengan nilai US$ 340 ribu masuk ke Indonesia. Dari bulan Juli sampai September 2012, tidak terdapat impor singkong dari negara manapun.

Tahun lalu, pada bulan Januari-Juni 2011, Indonesia tercatat mengimpor ubi kayu dengan total 4.730 ton dengan nilai US$ 21,9 ribu.

(zlf/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads