Anggapan tersebut dilontarkan oleh Ketua V DPP Himpunan Pengusaha Muda Indoneisa (HIPMI) Erick Hidayat saat ditemui selepas acara Press Conference HIPMI Economic Outlook 2013 di Kantor DPP HIPMI, Gedung Palma One, Kuningan Jakarta, Senin (10/12/2012).
"Kalau lihat dari produktivitas mereka itu masih kurang. Jadi kalau kenaikan 40% itu saya pikir belum saatnya," ungkap Erick.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini juga berkaitan dengan investasi yang akan masuk ke sini, mereka akan lihat indoneisa akhirnya sekian, meskipun mereka akan tahun biaya akan tinggi. Cuman kalau melihat dari skill para buruh kita , mungkin lebih baik ke Malaysia yang bisa bahasa Inggris atau mungkin ke Filipina, dan Vietnam yang sekarang kondisinya sudah makin membaik," lanjutnuya.
Dia pun mengatakan, jika kondisi ini sudah terjadi, peran pemerintah sangat penting untuk meningkatkan kualitas dari para buruh di dalam negeri.
"Ini merupakan tantangannya. Pemerintah harus mengambil tindakan, mulai dari peningkatan pendidikan dan pemerataan ekonomi," cetusnya.
(zlf/dnl)










































