"Kita punya 14,8 juta ekor sapi, itu baru katanya," begitu celotehan Ketua Komite Daging Sapi Jakarta Raya Sarman Simanjorang di acara dialog publik swasembada daging di Gedung Palm One, Kuningan, Jakarta, Selasa (11/12/2012).
Sarman membandingkan keabsahan data yang dimiliki Indonesia dibandingkan dengan Australia dan Selandia Baru. Menurut catatan Sarman, Australia dan Selandia Baru mmiliki jumlah populasi sapi lebih besar dibandingkan populasi penduduknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sarman mengatakan, sikapnya mengkritisi pemerintah terutama Kementerian Pertanian bukan karena membenci pemerintah, tetapi karena menginginkan kisruh soal sapi dan daging selesai. Bahkan Sarman mengaku sempat berdebat dengan Ketua Komisi IV DPR karena dengan mudah mengatakan daging sapi langka bisa diganti dengan daging ayam.
"Saya cinta terhadap Kementerian Pertanian, makanya saya kritik Kementan. Kita harus jujur apakah kita bisa menjadi swasembada. Saya marah kalau pejabat menyatakan kalau daging sapi tidak ada bisa diganti daging yang lain. Ini hak asasi orang. Saya berdebat dengan Ketua Komisi IV. Bapak lihat ada nggak rendang ayam, yang ada rendang sapi Pak," cetus Sarman.
(wij/dnl)











































