Ketua Departemen Peternakan BPP HIPMI Robert Muda Hartawan mengatakan, jangan sampai program swasembada daging justru merugikan pengusaha, lewat pengurangan kuota impor.
"Saya berharap tidak ada kerugian dari dunia usaha karena keinginan pemerintah untuk swasembada daging 2014," kata Robert dalam diskusi publik soal Swasembada daging 2014 di Gedung Palm One Kuningan, Jakarta, Selasa (11/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Robert menyoroti perbedaan asumsi perhitungan permintaan dan suplai yang digunakan pemerintah. Terlebih pemerintah hanya mengimpor daging beku 32.000 ton pada tahun depan.
"Tahun 2013 kita hanya impor daging sapi beku hanya 32.000 ton, sedangkan 2012 kita masih impor daging sapi beku 34.000. Pertanyaannya apakah yang akan terjadi tahun 2013," tuturnya.
Kebutuhan nasional daging sapi pada tahun depan diperkirakan mencapai 598 ribu ton, naik dari kebutuhan nasional tahun ini yang hanya 547 ribu ton.
Pemerintah juga telah mengambil ancang-ancang untuk melakukan importasi dari Australia dan Selandia Baru sebesar 80.000 ton dengan pembagian 267 ribu sapi bakalan (48.000 ton) dan daging sapi beku sebanyak 32.000 ton. Robert berharap agar proses swasembada daging 2014 berjalan lancar dan mulus dan tidak merugikan dunia usaha.
"HIPMI berharap proses swasembada berjalan mulus dan lancar dan tidak merugikan dunia usaha. HIPMI juga bersedia dilibatkan dalam program-program pemerintah dalam rangka mewujudkan swasembada daging," cetusnya.
(wij/dnl)











































