Dirjen Bea Cukai Agung Kuswandono mengaku pihaknya terus mengejar penerimaan meski target 2012 telah tercapai. Hal ini guna menutupi kekurangan penerimaan dari sektor pajak yang diperkirakan mengalami penurunan akibat krisis ekonomi global.
"Realisasi 30 November ini totalnya sudah Rp 133,099 triliun, target APBN-P nya hanya Rp 131,2 triliun, jadi sudah 101,4%, tercapai di atas target. Desember ini bulan santai buat Bea Cukai kalau mau, tapi tidak bisa karena di pajak butuh tambahan yang shortfall-nya cukup signifikan," ungkap Agung di kantornya, Jalan Ahmad Yani, Jakarta, Selasa (11/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita prediksi bisa Rp 140 triliun karena kita terus lakukan usaha ekstra pada bea masuk sehingga diteliti apakah barang yang masuk benar-benar kena tarif sesuai ketentuannya," tambah Agung.
Berdasarkan data Ditjen Bea Cukai per 30 November, realisasi bea masuk mencapai Rp 25,7 triliun atau 103,87% dari target dalam APBN-P 2012 yang sebesar Rp 24,7 triliun. Sementara realisasi penerimaan cukai mencapai Rp 87,5 triliun atau 105,1% dari APBN-P yang sebesar Rp 83,3 triliun.
Untuk penerimaan dari bea keluar mengalami penurunan, realisasinya baru 85,7% dari target APBN-P 2012 sebesar 23,2 triliun atau masih Rp 19,9 triliun.
Sebelumnya, Dirjen Pajak Kementerian Keuangan Fuad Rahmany mengaku, penerimaan pajak mengalami tren penurunan pada semester II tahun ini. Hal ini karena adanya pengaruh krisis global yang menimpa sektor-sektor krusial dalam penerimaan pajak negara.
Menurut Fuad, dengan perlambatan ekonomi dunia ini, sektor industri dalam negeri mengalami penurunan penghasilan karena menurunnya ekspor. Sehingga, banyak pengusaha yang meminta pengurangan kewajiban membayar pajak.
(nia/dnl)










































