Dalam rapat privatisasi BUMN yang telah dihadiri Menteri Keuangan Agus Martowardojo, Wamen BUMN Mahmudin Yasin, dan Dirut PT Semen Baturaja Pamudji Raharjo, Komisi XI DPR RI malah keluhkan ketidakhadiran Dahlan dalam rapat.
Ketua Komisi XI Emir Moeis menyatakan Dahlan memang telah menyurati terkait ketidakhadirannya karena harus ikut tugas bersama Presiden SBY. Namun, DPR masih berharap Dahlan dapat menghadiri rapat soal BUMN ini karena Dahlan selaku pemilik kuasa pemegang saham.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anggota Komisi XI dari Fraksi PDIP Dolfie menyatakan kehadiran Dahlan memang sangat diperlukan. Hal ini untuk menjelaskan roadmap privatisasi BUMN secara keseluruhan.
"Perlu kehadiran Menteri BUMN, apalagi menuduh yang tidak-tidak (kepada DPR). Lagian program privatisasi ini katanya agenda tahunan, tapi kita tidak tahu roadmap-nya, kami tidak pernah tahu. Sebelum kita punya gambaran yang jelas dari roadmap privatisiasi ini, makanya kita tidak bisa menyetujui parsial-parsial seperti ini," jelasnya.
Tanggapan sinis pun muncul dari Anggota Komisi XI dari Fraksi PAN Muhammad Hatta. Menurutnya, Dahlan lebih sering mendatangi acara-acara yang tidak begitu penting, sementara tidak hadir untuk mengurusi BUMN.
"Ya jangan mementingkan urusan lain, bersihin WC lah,urusin yang lain, tapi malah soal IPO tidak datang," tegasnya.
Anggota Komisi XI dari Fraksi Golkar Kamaruddin Sjam justru curhat mengenai sakit hatinya terhadap Dahlan yang sudah merusak citra DPR RI terkait kasus penyuapan BUMN.
"Kalau dibilang dizolimi, ya kita merasa dizolimi karena nama teman-teman yang disebut," ujarnya.
Sebagai informasi, pemerintah mengajukan privatisasi Semen Baturaja dengan porsi saham maksimal 35%. Namun, Dahlan mengharapkan jumlah tersebut dapat diturunkan menjadi 20%.
Semen Baturaja menyiapkan IPO perusahaannya bisa dilakukan pada Februari 2013 untuk meningkatkan produksi 1,5 juta ton pada tahun 2014 nanti.
(nia/ang)











































