Pilot Curhat Merpati Pernah Jadi Perusahaan Besar

Pilot Curhat Merpati Pernah Jadi Perusahaan Besar

- detikFinance
Rabu, 12 Des 2012 17:34 WIB
Pilot Curhat Merpati Pernah Jadi Perusahaan Besar
Jakarta - Sebuah kalimat dari Menteri BUMN Dahlan Iskan yang mengatakan, "Merpati merugi, kalau tidak bisa diperbaiki, ya sudah tutup saja. Kami kasih kesempatan kepada direksinya. Kalau direksinya angkat tangan, ya tutup saja," sampai ke telinga pilot Merpati Kapten Roy Yulius Rumuat.

Menurut penuturannya, PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) mempunyai citra baik bagi penerbangan domestik terutama penerbangan Indonesia Timur.

"Orang-orang Indonesia Timur selalu bilang Merpati itu 'ekor kuning' dan sampai saat ini masih terdengar tetapi sekarang berubah pesawat pedalaman Merpati kalah dengan Susi Air ," katanya saat ditemui di Kawasan Kemayoran Jakarta, Rabu (12/12/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Roy mengingat perjalanan Merpati saat tahun 1991 yang penuh dengan kejayaan. Kebesaran Merpati saat itu mengalahkan PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (GIAA) baik dari sisi armada maupun gaji yang diterima pegawainya.

"Tahun 1991 itu masa jaya Merpati. Bahkan Garuda Indonesia kalah pada saat itu. Kami survive dan naik gaji tanpa bantuan pemerintah sekalipun dan dapat armada Boeing 737 Classic dari dana Merpati," tutur Roy.

Menurut Roy saat ini Merpati berada pada ketidakjelasan nasib. Ia mengungkapkan hanya 280 pilot Merpati yang saat ini masih bertahan dari total 600 pilot yang pernah menukangi pesawat Merpati dulunya.

"Pilot-pilot nyaman kalau mereka terbang. Mereka mungkin pindah ke tempat atau ke perusahaan lain. Dari 600 pilot tahun 1997 sekarang hanya 280 pilot saja yang bertahan dan banyak menjadi bos di tempat lain."

"Apalagi selama Dirut yang sekarang yang menjabat saya bingung tidak ada pesawat baru yang masuk. Selain itu rute dipotong dan dirut baru bilang jangan terbang kalo ga mau rugi itu pendapat Dirut yang sekarang," cetus Roy.

(wij/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads