Pecat Karyawan 'Nakal', Dirut Merpati Malah Diminta Mundur

Pecat Karyawan 'Nakal', Dirut Merpati Malah Diminta Mundur

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Rabu, 12 Des 2012 18:38 WIB
Pecat Karyawan Nakal, Dirut Merpati Malah Diminta Mundur
Jakarta - Beberapa karyawan PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) menutut Direktur Utama Rudy Setyopurnomo mengundurkan diri karena dinilai tak mampu meremajakan armada dan memangkas beberapa rute penerbangan untuk efisiensi.

Rudy mengaku tidak mengambil pusing menanggapi tuntutan beberapa pihak yang memintanya mundur. "Saya gak mau menanggapi, suruh nari-nari dia," tutur Rudy kepada detikFinance, Rabu (12/12/2012).

Namun Rudy tidak menampik ada pihak yang merasa sakit hati dengannya setelah memimpin Merpati. Semenjak menjabat sebagai dirut beberapa bulan lalu, Ia mengatakan telah memberhentikan beberapa orang yang melanggar disiplin termasuk ada pilot yang diberhentikan karena menjadi pilot maskapai lain tanpa pemberitahuan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang nyuri (mencuri) tiket, nyuri fuel, manipulasi jumlah penumpang sudah dikeluarin," tuturnya.

Saat ini, Rudy mengaku keuangan Merpati telah lebih baik dari tahun sebelumnya meskipun data dari Kementerian BUMN menunjukkan neraca keuangan yang masih negatif.

"Sudah baik sebelumnya bermasalah sekarang mampu (memenuhi kewajiban), alhamdulillah," pungkasnya.

Sebelumnya, Pilot Merpati bernama Kapten Roy Yulius Rumuat setuju agar Dirut Merpati saat ini Rudy Setyopurnomo lengser dari jabatannya. Ia mengatakan, ada beberapa alasan mengapa Dirut Merpati yang belum setahun menjabat itu saat ini harus segera diberhentikan.

"Iya karena tidak ada penambahan pesawat di dalam tubuh Merpati," katanya singkat saat ditemui di Kawasan Kemayoran Jakarta, Rabu sore.

Saat ini Merpati hanya mengandalkan pesawat lama untuk melakukan kegiatan terbang seperti pesawat jenis MA 60 sebanyak 13 unit, Cassa 2 unit dan Jet Boeing clasic 345 sebanyak 2 unit. Rencana Merpati untuk mendatangkan Airbus seri 310 dan lain-lain gagal dilanjutkan setelah pergantian Dirut yang baru.

Selain itu Kapten Roy yang pada bulan Oktober 2012 masih menjabat sebagai VP Operation Standard Development and Training Merpati menjelaskan rute penerbangan Merpati di bawah kepemimpinan Rudy dipangkas hingga 30%.

"Rute penerbangan dipangkas 20-30%, anda tahu rute penerbangan Halim-Bandung, saat ini sudah tidak ada dan dihapus," jelasnya.

Lebih lanjut Roy mengatakan ada sebuah kalimat kontradiktif dari Dirut Merpati yang baru saat ini.

"Jangan terbang kalau enggak mau rugi itu pendapat Dirut yang sekarang. Instruksi dia (Rudy) turunkan cost dan biaya internal. Jelas saya mengatakan iya saya setuju Dirut Merpati diganti dengan orang yang punya komitmen," tegasnya.

(hen/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads