Usai Temani SBY, Dahlan Iskan Siap Rapat di DPR Besok

Usai Temani SBY, Dahlan Iskan Siap Rapat di DPR Besok

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Rabu, 12 Des 2012 19:09 WIB
Usai Temani SBY, Dahlan Iskan Siap Rapat di DPR Besok
Jakarta - Menteri BUMN Dahlan Iskan bakal hadir pada pembahasan persetujuan penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO) PT Semen Baturaja (Persero) dengan Komisi XI DPR besok.

Kepala Humas Kementerian BUMN Faisal Halimi menjelaskan, Dahlan siap hadir pada rapat kerja pembahasan IPO Semen Baturaja pukul 16.00 WIB setelah mengikuti kunjungan kerja bersama Presiden SBY di Bali.

"Insya allah Pak Dahlan besok akan hadir," tutur Faisal kepada detikFinance, Rabu (12/12/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti diketahui Komisi XI DPR hari ini belum memberi persetujuan IPO Semen Baturaja karena Dahlan tidak hadir. Dahlan harus menemani Presiden SBY dalam persiapan penyelenggaraan KTT APEC di Bali.

Ketidakhadiran Dahlan sudah diwakili oleh Wakil Menteri BUMN Mahmuddin Yasin dan deputi BUMN terkait. Namun beberapa anggota DPR mempersoalkan ketidakhadiran Dahlan daripada membahas persetujuan IPO Semen Baturaja.

Faisal mengaku secara substansi tidak ada masalah, menurutnya semua pihak di DPR sudah tidak mempersoalkan prosedur dan proses IPO Semen Baturaja.

"Secara prinsip sudah tidak ada masalah, karena Komisi XI DPR sudah RDP (rapat dengar pendapat) dengan Baturaja, sudah berkunjung ke Baturaja. Semuanya sudah oke. Namun ada sebagian fraksi yang menginginkan pengambilan keputusan tersebut menteri BUMN dapat hadir bersama-sama Menkeu," kata Faisal.

Dalam rapat tadi, Ketua Komisi XI DPR Emir Moeis mengancam akan melengserkan Menteri BUMN Dahlan Iskan karena sang menteri tak bisa hadir di rapat.

Guru Besar Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) Prof. Iberamsjah menduga, anggota DPR sudah kelewat sebal dengan Dahlan Iskan. Sebab, Dahlan baru saja melaporkan sejumlah oknum peminta upeti BUMN ke Badan Kehormatan (BK) DPR, berdasarkan keluhan direksi BUMN.

"Ini bisa disebut juga balas dendam. Tapi apa perlu sampai seperti itu? Itu namanya kekanak-kanakan. Jangan lupa DPR nggak punya hak preogatif," tegasnya.

Menurut pakar psikologi politik Prof. Hamdi Muluk, bisa jadi DPR khawatir dengan dampak dari pelaporan Dahlan Iskan kepada BK DPR tentang dugaan praktek pemerasan terhadap BUMN. Meski tidak semua anggota DPR yang dilaporkannya dinyatakan bersalah oleh BK DPR.

Keberanian Dahlan mengungkap permintaan jatah dari anggota DPR ke BUMN dinilai merusak jalinan kepercayaan antar 'pemain' anggaran. Laporan Dahlan berpotensi merusak tatanan antar 'pemain' anggaran yang selama ini menjadikan BUMN sebagai celengan.

Menurut Hamdi, momen reshuffle saat ini diintip anggota DPR yang merasa terancam untuk menggulingkan Dahlan dari posisinya. Namun Hamdi meyakini Dahlan memiliki kartu truf yang membuatnya tak akan lengser sebagai Menteri BUMN.

"Ini cuma menggertak Dahlan agar ciut," kata Hamdi.

Menteri BUMN Dahlan Iskan bakal hadir pada pembahasan persetujuan penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO) PT Semen Baturaja (Persero) dengan Komisi XI DPR besok. (hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads