Rapat tersebut berlangsung alot, karena pembahasannya tidak hanya seputar Semen Baturaja saja, Dahlan pun dicecar pertanyaan beberapa anggota DPR soal kasus 'upeti' BUMN ke anggota DPR.
Hingga sekitar pukul 21.30 WIB, beberapa anggota DPR masih mempertanyakan manfaat dan alasan privatisasi Semen Baturaja lewat IPO atau penawaran saham perdana ke publik dan tercatat sebagai perusahaan terbuka di Bursa Efek Indonesia (BEI).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akhirnya, Dahlan bersama rombongan Kementerian BUMN dan wartawan dipersilakan meninggalkan ruangan rapat.
"Kita skors rapat internal 10 menit, semua diperbolehkan keluar," tutur Andy Timo di Ruang Rapat Komisi XI Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (13/12/2012).
Di luar ruang rapat Dahlan tampak akrab bersama para wartawan. Bahkan mantan Dirut PLN ini tak segan duduk berselonjor memenuhi pertanyaan wartawan karena telah letih melakukan rapat. Terkait lamanya putusan persetujuan IPO Semen Baturaja, Dahlan mengaku menyerahkan semua keputusannya kepada DPR.
"Kita serahkan hak mereka. Dirutnya sampai semarut, saya lihat wajahnya kusem banget," paparnya. Direktur Utama Semen Baturaja Pamuji Raharjo memang ikut hadir dalam rapat tersebut.
Sambil selonjoran di lantai gedung DPR, Dahlan menyatakan permintaan maafnya kepada anggota DPR terkait salah sebut nama anggota DPR yang diduga meminta 'upeti' dari BUMN. Dahlan mengaku siap datang menemui secara pribadi beberapa anggota DPR yang namanya terseret kasus permintaan 'upeti; namun setelah diputuskan tidak bersalah oleh Badan Kehormatan (BK) DPR.
"Silaturahmi kan baik, itu kan pribadi," cetus Dahlan.
(hen/dnl)











































