Ini 3 Pekerjaan Rumah Pemerintahan SBY Menurut Kadin

Ini 3 Pekerjaan Rumah Pemerintahan SBY Menurut Kadin

Wiji Nurhayat - detikFinance
Kamis, 13 Des 2012 22:01 WIB
Ini 3 Pekerjaan Rumah Pemerintahan SBY Menurut Kadin
Jakarta - Kondisi perekonomian Indonesia memang terus tumbuh positif di atas 6%. Namun ternyata masih banyak kekurangan yang harus segera diperbaiki oleh pemerintah.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Suryo Bambang Sulisto atau yang akrab disapa SBS menyebut tiga masalah besar yang terus menghantui Indonesia.

"Masalah infrastruktur, birokrasi dan ketidakpastian hukum. Ini adalah kendala struktural melihat kondisi perekonomian makro Indonesia yang cukup membanggakan," cetus SBS saat membuka perayaan ulang tahun Kadin DKI Jakarta yang ke-45 di Hotel Le Meriddien Sudirman Jakarta, Kamis (13/12/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

SBS mengimbau agar masalah ini cepat diselesaikan oleh pemerintah karena tahun 2015 Indonesia akan ikut serta dalam ASEAN Economic Community atau masyarakat ekonomi ASEAN. Selain itu SBS berpesan Indonesia harus terus menjaga pertumbuhan dan terus menjadi tujuan investasi.

"Tentunya menghadapi pasar bebas ASEAN 2015 kita harus cermati dengan seksama. Ini sudah menyangkut pasar yang paling besar di ASEAN yang siap diserbu. Kita harus tetap menjaga pertumbuhan ekonomi yang baik dan tetap menjadi negara berkembang yang paling menarik untuk tujuan investasi. Ini tidak mudah," katanya.

Menyangkut kelas menengah yang tumbuh pesat dengan pendapatan yang meningkat pula, SBS mengharapkan agar sektor industri dalam negeri mau tidak mau harus siap. Jika tidak, maka Indonesia kembali akan mengalami defisit pembayaran hingga US$ 20-30 miliar. Jika itu terjadi hanya ada 2 cara agar devisa tidak kembali tergerus.

"Oleh karenanya ada 2 cara yang harus dilakukan yaitu mengurangi impor dan menggenjot ekspor. Tetapi ini menyangkut daya saing kita yang belum kuat dan masih rendah. Kita menghadapi itu. Oleh karena itu ini pekerjaan rumah kita. Peran Kadin menjadi mitra pemerintah yang efektif dan melayani dunia usaha maksimal," tutupnya.

(wij/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads