Harga Perkantoran di Segitiga Emas Jakarta Paling Murah Rp 27 Juta/Meter

Harga Perkantoran di Segitiga Emas Jakarta Paling Murah Rp 27 Juta/Meter

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Jumat, 14 Des 2012 15:25 WIB
Harga Perkantoran di Segitiga Emas Jakarta Paling Murah Rp 27 Juta/Meter
Jakarta - Penyerapan ruang perkantoran di kawasan CBD Jakarta atau kawasan segitiga emas selama 2012 mencapai 350.000 m2 naik 5,4% dari tahun lalu. Transaksi ruang kantor ini bahkan tercatat menjadi rekor tertinggi.

Berdasarkan publikasi riset Cushman & Wakefield, dikutip detikFinance, Jumat (14/12/2012), harga perkantoran yang dijual pengembang telah meningkat. Paling murah kini dihargai Rp 27 juta per m2, seperti pada Grand Rubina I. Rubina dengan luas 31.000 m2 baru akan selesai dibangun pada 2014.

Perkantoran lain bahkan mematok harga lebih tinggi, seperti Eighty8 Kasablanka dengan luas 58.000 m2 dengan harga Rp 30 juta per m2, lalu The City Center I (88.800 m2) Rp 35 juta m2. Kedua perkantoran ini telah selesai dibangun dan siap beroperasi 2012.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu terdapat pula gedung perkantoran The Convergence (36.000 m2) dengan harga Rp 28 juta per m2, lalu Satrio Square (24.600 m2) Rp 30 juta per m2, serta District 8 Tower 1 (139.000 m2) Rp 34 - 36 juta per m2.

"Dengan penambahan pasokan dari 88 Kasablanka Tower A, total pasokan kumulatif perkantoran strata-title di CBD pada akhir Desember mencapai 808.900 m2 (16,8% dari keseluruhan stok di CBD Jakarta)," tulis Cushman & Wakefield.

"Hingga akhir Desember, harga jual permulaan rata-rata di area CBD berada pada Rp 31 juta per m2, naik sebesar 37.3% dari tahun sebelumnya," tambahnya.

Konsultan properti ini memperkirakan, pasar perkantoran strata-title (jual) akan bersaing ketat setelah diluncurkannya beberapa proyek baru ke pasar. "

Walaupun demikian, harga jual masih akan mengalami kenaikan. Namun dalam tingkat pertumbuhan yang lebih rendah dibandingkan yang pernah terjadi antara tahun 2011 dan 2012," papar Cushman & Wakefield.

Selain itu, selama tiga bulan terakhir 2012, harga sewa gross rata-rata mengalami kenaikan sebesar 4,7% menjadi Rp 215.900 per m2 per bulan. Sementara transaksi dalam dollar Amerika Serikat (AS), harga sewa gross mencapai US$ 22.52 per m2 per bulan, atau naik sebesar 4,1% dibandingkan triwulan III-2012.

"Selama setahun, harga sewa gross rata-rata naik sebesar 30,1% dari Rp 165.960 per bulan yang tercatat di bulan Desember 2011. Perkantoran Grade-A mengalami kenaikan terbesar, 42,8% (YoY). Lalu diikuti oleh perkantoran Grade-B dan Grade-C masing-masing sebesar 21,4% dan 18,0%. Dalam dollar AS, harga sewa gross rata-rata naik sebesar 22,6% dari US$ 18,37 per m2 di akhir tahun 2011," ucapnya.

Cushman & Wakefield memprediksi kenaikan lanjutan harga sewa Gross terjadi pada awal tahun 2013.

"Para penyewa telah diberitahukan akan rencana kenaikan service charge akibat dari naiknya tariff utilitas (khususnya listrik) yang dijadwalkan akan mulai terjadi pada permulaan tahun depan. Banyak gedung juga akan menaikkan tarif parkir mereka mengikuti kebijakan baru tentang retribusi parkir yang dikeluarkan oleh pemerintahan daerah," tegasnya.

Pertumbuhan ruang perkantoran di CBD Jakarta baik sewa maupun strata-title akan berlanjut tahun depan. Permintaan terbesar pada perusahaan sektor perbankan, asuransi, dan sektor-sektor yang masih terkait dengan keuangan, perminyakan & gas, barang-barang konsumerisme dan perdagangan.

(wep/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads