Dorodjatun Khawatir Perekonomian Indonesia 'Kepanasan'
Rabu, 22 Sep 2004 15:05 WIB
Jakarta -
Banyak uang dan modal masuk ke Indonesia, menyusul suksesnya pelaksanaan pemilu, justru membuat Menko Perekonomian Dorodjatun Koentjoro-Jakti khawatir. Menurutnya, perekonomian Indonesia bisa 'kepanasan'.Rasa khawatir itu disampaikan Dorodjatun kepada wartawan saat jumpa pers usai acara penerimaan bantuan US $ 2,4 juta dari Amerika Serikat (AS) untuk membantu prakarsa demokrasi pasca pemilu di Indonesia, di Departemen Keuangan, Jl. Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (22/9/2004)."Sentimen pasar luar biasa, begitu banyak uang yang masuk. Sehingga saya kadang-kadang khawatir kalau terlalu banyak yang masuk, nanti terjadi kepanasan perekonomian. Dan tekanan inflasi mulai teras," kata Dorodjatun.Selanjutnya Dorodjatun meminta, agar kegembiraan suksesnya pemilu tidak membuat pemerintahan baru lupa membawa pertumbuhan ekonomi Indonesia ke arah yang lebih tinggi. Jika pertumubuhan ekonomi dunia membaik, sehingga harga minyak tidak bergejolak, ekonomi Indonesia seharunya juga bisa lebih baik."Alan Greenspan (Gubernur Bank Sentral AS) kan baru saja menaikkan bunga. Sehingga dengan harga minyal yang belum stabil, kita harus siap untuk tidak membiarkan laju pertumbuhan bergerak ke arah yang keliru," ujar Dorodjatun.Stok BBM. Listrik dan Sembako AmanDalam kesempatan yang sama, Dorodjatun mengungkapkan, kondisi stok berbagai kebutuhan utama masyarakat pada masa transisi ke pemerintahan baru. Menurutnya, persediaan stok berbagai kebutuhan masyarakat dalam kondisi aman."Saya persiapkan supaya jangan terjadi kesulitan. Stok BBM tersedia untuk 21 hingga 23 hari. Sampai dengan hari ini, masa transisi ke pemrintahan yang baru cukup terjaga. Mulai dari listrik, minyak, gula bahkan daging," tutur Dorodjatun.
(djo/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
