Bagian pemerintah atas laba atau dividen bagi BUMN sektor perbankan pada tahun 2011 mencapai Rp 3,627 triliun, turun dari periode sebelumnya Rp 3,622 triliun. Sedangkan dividen jatah pemerintah dari BUMN non perbankan turun dari Rp 26,55 triliun menjadi Rp 24,55 triliun.
"Ada penurunan bagian pemerintah atas laba BUMN, Rp 30, 1 trilun pada tahun 2010 menjadi 28,2 triliun tahun 2011. Bagian laba BUMN yang diterima oleh negara tidak sebanding dengan jumlah Penyertaan Modal yang dikeluarkan oleh negara untuk 141 BUMN sebesar Rp 573,3 triliun dan 5 BUMN dibawah naungan Kementerian Keuangan sebesar Rp 16,4 triliun sepanjang 2010 hingga semester I-2012. Itu pun dari 141 hanya 118 BUMN yang menyumbangkan laba," jelas FITRA dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (16/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka diantaranya; dividen PT Pertamina (Persero) turun dari Rp 9,508 triliun untuk Tahun Anggaran (TA) 2010 menjadi Rp 5,623 triliun, lalu BRI (Persero) dari Rp 1,246 triliun (2010) menjadi Rp 980 miliar (2011).
Memang sudah sejak dua tahun belakangan Kementerian BUMN melonggarkan setoran dividen kepada negara dari perusahaan plat merah. Penyisihan dividen diharapkan dapat menjadi dana pengembangan usaha BUMN di masa mendatang. Sebagai gantinya, pemerintah akan menarik dana dari setoran pajak dari mereka.
(wep/dru)











































