Diperkirakan Tak Ada Kenaikan Harga Jelang Lebaran dan Natal
Rabu, 22 Sep 2004 18:05 WIB
Jakarta - Asosiasi Produsen Makanan dan Minuman (APMM) memastikan tidak ada kenaikan harga menjelang bulan puasa, Lebaran, dan Natal. Kalau pun ada, hal itu akan bersifat sementara.Jaminan itu disampaikan Ketua APMM, Thomas Darmawan, kepada wartawan di sela-sela seminar mengenai Persaingan Ekonomi Industri dan Perdagangan di Hotel Hilton, Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (22/9/20040)."Saya rasa Industri tidak akan banyak menaikkan harga pada bulan September dan Oktober. Mereka akan menaikkan kapasitas produksinya 20 sampai 25 persen untuk menghadapi bulan puasa nanti. Jadi sebetulnya tidak ada masalah," kata Thomas.Thomas memperkirakan, kenaikan harga kemungkinan terjadi pada industri plastik. Namun, sambung Thomas, hal ini tidak akan berpengaruh terhadap harga industri makanan dan minuman."Saya yakin kalangan industri makanan dan minuman bisa mengatasi kenaikan harga plastik. Mereka bisa mengalihkan kemasan dari palstik ke bahan lainnya, seperti karton dan lain-lain," ujar Thomas.Di sisi lain Thomas juga mengharapkan peran serta pemerintah menstabilkan harga. Pemerintah diminta tidak menaikan tarif bea masuk sejumlah bahan pokok industri makanan, seperti kedelai, jagung dan kacang. Seperti diketahui permintah berniat menaikan bea masuk barang-barang tersebut 5 sampai 10 persen."Dan kalau pun ingin tetap menaikan bea masuk, diharapkan penerapannya untuk barang-barang olahan saja. Hal ini agar terjadi harmonisasi harga dan tidak ditetapkan untuk barang baku," tukas Thomas."Pemerintah juga harus menjaga momen tidak menaikkan BBM sebelum Januari 2005. Kenaikan harga BBM dikawahtirkan akan memincu kenaikan harga," imbuh Thomas.Sementara itu pengamat CSIS, Marie Pangestu, mengakui isu lebaran akan menjadi persoalan penting bagi pemerintah, baik saat ini atau yang akan datang. Karena itu, lanjut Marie, keduanya perlu meningkatkan pengadaan barang dan tranportasi agar menjelang lebaran semuanya lancar."Untuk pemerintahan baru ada yang perlu diprioritaskan. Apakah terkait dengan masalah logistik menjelasng lebaran, atau lainnya yang menyangkut masalah dunia usaha. Saya yakin pemerintahan yang baru nanti tahu apa yang diinginkan oleh masyarakat, pasar, maupun pelaku usaha," ujar Thomas. Sungguh?
(djo/)











































