Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 18 Des 2012 14:29 WIB

Prabowo 'Sentil' Buruh Jangan Minta Gaji Naik Terlalu Tinggi

- detikFinance
Jakarta - Pengusaha nasional Prabowo Subianto menyindir para buruh Indonesia yang meminta kenaikkan upah sangat tinggi. Seharusnya, para buruh harus mengerti dulu kondisi perusahaan dan ekonomi Indonesia saat ini.

"Beberapa waktu lalu saya bertemu dengan kumpulan buruh, mereka meminta kenaikan upah. Saya bilang ada nggak kita uangnya. Ini dibutuhkan kearifan, wisdom," katanya dalam acara kuliah umum Soegeng Sarjadi Syndicate di Hotel Four Seasons, Jakarta, Selasa (18/12/2012).

"Kewajiban saya untuk ingatkan, sekarang mereka (buruh) minta kenaikan upah 44%. Pikirkan jika Anda memaksakan diri, siapa tahu kita semua rugi. Saya juga pengusaha, dan tidak ada kekuasaan, tidak ada beking," tambahnya.

Pasalnya, kata dia, jika buruh memaksakan pengusaha memberikan kenaikan upah yang sangat tinggi, bisa jadi pengusaha itu menutup perusahaannya dan pindah ke luar negeri. Ujung-ujungnya, buruh juga yang dirugikan karena menganggur.

Ia menilai, dalam menggenjot pertumbuhan ekonomi Indonesia, diperlukan pemimpin yang bersih dan efektif. Sehingga kekayaan alam dan sumber daya manusiannya bisa dimanfaatkan dengan baik.

"Kita harus mencari pemimpin yang bersih dan efektif. Lalu kita akan bisa memperbaiki sistem ekonomi kita. Kita kurang pandai menjaga kekayaan kita," jelasnya.

"Saya telah memutuskan, bahwa kita gunakan agro industri. Pertanian sebagai faktor utama karena kita dikaruniai Tuhan sebagai daerah tropis. Kita bisa panen 3 kali setahun, sub tropis hanya sekali. Zona tropis hanya sepertiga bumi, dan sebelas persennya Indonesia. Indonesia negara yang kaya," ujarnya.

Menurutnya, selama ini Indonesia punya banyak peluang dalam industri agro. Jika dimanfaatkan dengan baik maka bisa mensuplai berbagai jenis makanan ke seluruh dunia.

Lebih baik, kata dia, pemerintah memanfaatkan peluang-peluang ini dalam mendorong rakyatnya sejahtera dalam jangka panjang. Bukan pemberian bantuan tidak tepat seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang selama ini beberapa kali diberikan."

Yang saya usung adalah suatu dorongan utama. Jangan kita terjebak pada cita-cita populis. Bukan bagi-bagi BLT, tapi kita kasih kail. Kita punya kekuatan yang luar biasa," kata Prabowo.

Sayangnya, setiap kekuatan pasti diiringi kelemahan. Prabowo mengatakan, kelemahan mendasar bangsa Indonesia adalah selalu merasa rendah diri. "Mungkin karena terlalu lama dijajah," imbuhnya.

"Korea dan Indonesia tahun 1965 sama, selevel, sekarang mereka ada Samsung, Hyundai, dan kita sekarang membeli kapal selam dari dia. Kita harus bertanya, ini adalah masalah kita yang tidak percaya diri. Ini adalah masalah mental. Kita tidak bisa membenci asing, karena ini bukan salah mereka," pungkasnya.


(ang/dnl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed