UMP Ketinggian, Pengusaha Ritel Pilih Ekspansi ke Filipina dan Myanmar

UMP Ketinggian, Pengusaha Ritel Pilih Ekspansi ke Filipina dan Myanmar

Rista Rama Dhany - detikFinance
Rabu, 19 Des 2012 15:50 WIB
UMP Ketinggian, Pengusaha Ritel Pilih Ekspansi ke Filipina dan Myanmar
Jakarta - Upah Minimum Provinsi (UMP) di Jabodetabek dinilai pengusaha ritel terlalu tinggi dan membebani. Pengusaha ritel berancang-ancang untuk 'kabur' ke Filipina atau Myanmar.

Hal tersebut seperti diungkapkan Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Pujianto, banyak dampak yang dirasakan pengusaha akibat naiknya UMP Jabodetabek, seperti di DKI Jakarta naik 44,04%.

"Salah satunya kita akan berpikir ulang untuk tambah investasi," ucap Pujianto seperti dikutip, Rabu (19/12/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan Pujianto yang merupakan Presiden Direktur PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) ini, para pengusaha ritel yang sedikit mampu akan berpikir untuk ekspansi alias 'kabur' ke luar negeri seperti Filipina dan Myanmar.

"Kita ini sedang berencana ekspansi ke Filipina dan Myanmar saja, karena upah di sana masih lebih berpihak ke pengusaha. Apalalgi potensi Filipina yang memiliki 90 juta penduduk dan Myanmar yang sedang menunggu dengan tangan terbuka, jauh lebih menguntungkan buka di sana dibandingkan membuka cabang lagi di Jakarta atau Jabodetabek," ungkap Pujianto.

Memang di satu sisi, kata Pujianto, buka cabang di luar negeri begitu membanggakan, namun aslinya pengusaha ritel 'kabur' karena beban yang tinggi untuk membuka usaha di Indonesia.

"Memang di satu sisi bangga ya punya cabang di luar negeri, tapi di sisi lain, itu disayangkan karena dinikmati negara lain," cetus Pujianto.

Menurut Pujianto, UMP di Jabodetabek rata-rata mencapai Rp 2 juta per bulan mulai tahun depan. Bahkan di Tanggerang Rp 2,5 juta-Rp 2,7 juta per bulan.

(rrd/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads