Pengamat Transportasi Indonesia Djoko Setijowarno mengungkapkan, pencabutan subsidi BBM ini adalah harga mati bagi pemerintah. Menurutnya, ini adalah faktor suksesnya program trasnportasi massal.
"BBM (subsidi) dihapus itu harga mati," ungkap Djoko saat dihubungi detikFinance, Minggu (21/12/12).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Naikin Rp 500 setiap 2 bulan, transportasi publik diperbaiki, naikkan-naikkan lagi nggak kerasa nanti orang itu, tapi ada kepastian masyarakat itu ada jaminan publik transportnya bagus," lanjutnya.
Dia pun mendukung 100% rencana Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja (Ahok) atas usulannya menghapus BBM subsidi di Jakarta. Bahkan tak tanggung-tanggung, Djoko mengatakan, penghapusan intak hanya dilakukan di Jakarta, tapi di Jabodetabek.
"Jangan cuma Jakarta, Jabodetabek. 60% kendaraan bermotor itu ada di Jawa dan Bali, Jabodetabek itu sekitar 10%. Jabodetabek aja sekalian (hapus BBM)," katanya.
"Bagus kalau dia (Ahok) berani itu bagus kalau mau itu," cetusnya.
Seperti diketahui, hujan deras yang melanda Jakarta Sabtu (22/12) kemarin sore menimbulkan kemacetan parah. Berbagai ruas jalan tergenang air sehingga menghambat arus lalu lintas. Saking parahnya kemacetan di Jakarta, sejumlah jadwal penerbangan ke luar negeri pun menjadi kacau.
(zlf/dru)











































