Pemerintah dan DPR Sepakat Devisit APBNP 2004 Rp 26,271

Pemerintah dan DPR Sepakat Devisit APBNP 2004 Rp 26,271

- detikFinance
Kamis, 23 Sep 2004 10:50 WIB
Jakarta - Pemerintah dan Paniata Anggaran DPR menyepakati devisit APBN 2004 diperkirakan Rp 26,271 trilun atau 1,3 persen dari PDB. Meski secara nominal angka tersebut sama dengan usulan pemerintah dalam APBN Perubahan, namun angkanya lebih tinggi Rp 1,854 triliun dari sasaran yang ditetapkan dalam APBN-nya Rp 24,417 trliun atau 1,2 persen dari PDB.Untuk membiayai devisit tersebut, dalam laporan Panja disebutkan akan diperoleh dari hasil privatisasi BUMN tahun 2004 yang disepakati mencapai Rp 5 triliun. Selain itu diharapkan, pembiayaan juga bisa diperoleh dari penjualan asset program restrukturisasi Perbankan tahun 2004, yang disepakati Rp 12, 913 triliun, atau sama dengan APBNP 2004 yang diusulkan pemerintah.Angka ini lebih tinggi Rp 7,913 triliun atau 158,3 persen dari sasaran yang ditetapkan APBN sebelumnya, Rp 5 triliun. Selain itu pembiayaan juga bisa diperoleh dari penggunaan saldo rekening pemerintah di Bank Indonesia (BI) yang disepakati mencapai Rp 23,911 triliun atau lebih tinggi Rp 4,713 triliun dari APBN-nya yang sebesar Rp 19,198 triliun.Pemerintah dan Panitia Anggaran DPR juga sepakat pembiayaan diperoleh dari realisasi penerbitan Surat Utang Negara (SUN) Rp 8,225 triliun atau lebih rendah dari sasaran yang ditetapkan APBN-nya Rp 11,357 triliun.SUN ini terdiri dari perkiraan realisasi peberbitan SUN dalam negeri Rp 32,3 triliun, perkiraan realisasi pokok SUN yang jatuh tempo tahun 2004 negatif Rp 23,075 triliun dan perkiraan realisasi pembelian kembali surat utang negatif Rp 1 triliun.Sementara itu, perkiraan realisasi pembiayaan luar negeri bersih disepakati negatif Rp 23,778 triliun atau lebih tinggi 47,3 persen dari sasaran yang ditetapkan APBN-nya sebesar negatif Rp 16,138 triliun.Devisit anggaran ini terjadi karena diperkirakan pendapatan negara dan hibah meningkat menjadi Rp 403,769 triliun. Dan belanja negara diperkirakan turun menjadi Rp 430,041 triliun, sehingga devisit anggaran dipekirakan Rp 26,271 trilun. (djo/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads