Pembangunan Jembatan Selat Sunda Harus Jadi Prioritas
Kamis, 23 Sep 2004 15:02 WIB
Jakarta - Pemerintahan baru harus memprioritaskan pembangunan jembatan Selat Sunda yang menghubungkan Sumatera dan Jawa. Sebab pembangunan jembatan ini akan membuat pertumbuhan ekonomi lebih besar lagi.Demikian disampaikan Menteri Pemukiman dan Prasarana Lingkungan, Soenarno, kepada wartawan di gedung DPR, Jl. Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (23/9/2004)."Ini karena Jawa memiliki SDM (Sumber Daya Manusia) yang tinggi, sementara Sumetara memiliki sumber daya alam yang luar biasa. Dan itu harus disatukan dengan pembangunan jembaran, kalau melalui kapal feri banyak hambatan," kata Soenrano.Soenarno mengungkapkan, saat ini sudah ada dua investor yang tertarik proyek pembangunan jembatan tersebut. Kedua investor itu masing-masing berasal dari Cina dan Amerika Serikat (AS)."Dulu rencana yang kita sudah bicarakan dengan PM Cina adalah studi mulalui tahun 2005. Untuk studi detail perlu 2,5 tahun, setelah itu baru bisa mulai," ungkap Soenarno.Karena perlu investasi yang tinggi, kata Soenarno, proyek tersebut perlu dilihat nilai ekonomisnya. Perlu dilakukan pengkajian yang mendalam, di antaranya mengenai pengaruh gelombang dan kemungkinan meletusnya Gunung Kratau. Alasan lain, Selat Sunda merupakan lintas laut internasional yang sangat besar."Sebenarnya untuk menghubungkan Jawa dan Sumatera ada dua opsi, yakni lewat jembatan dan terowongan. Tapi kedua investor yang sudah tertarik itu cenderung menginginan pembangunan Jembatan. Sebab bisa dibangun pada pias-pias yang terpisah. Jadi kalau tejadi getaran yang besar biaa mengurangi kerusakan. Kalau terowongan lebih rumit," tutur Soenarno.Proyek pembangunan jembatan ini diperkirakan akan menelan biaya US $ 720 miliar. Diperkirakan juga dengan konsesi 40 sampai 50 tahun, dana itu bisa kembali. "Para pengguna jembatan itu akan dikenakan biaya tol," ujar Soenarno.
(djo/)











































