Menengok ATR Model Baru Pertama di ASEAN Milik Wings Air

Menengok ATR Model Baru Pertama di ASEAN Milik Wings Air

- detikFinance
Rabu, 26 Des 2012 15:00 WIB
Menengok ATR Model Baru Pertama di ASEAN Milik Wings Air
Jakarta -

Kokpit

Kokpit dari jenis pesawat ini beda dari pesawat lain pada umumnya. Jika pada umumnya display pada kokpit banyak menggunakan sistem analog, kokpit dalam pesawat ini lebih mengutamakan display digital. Terdapat 5 display digital yang memudahkan pilot dalam kinerjanya. Namun, semua posisi instrumen sama dengan pesawat lainnya.

"Teknologi kami bukan hanya sebuah comparison atau sama (dengan pesawat lain), tapi juga untuk menunjang kemanan dan kenyamanan. Kerja pilot jauh akan lebih berkurang, sudah automatic. Kerja penerbang sudah semakin tidak berat," ungkap Direktur Operasional Wings Air Rendy Irawan.

Kursi

Seluruh kursi dalam pesawat ini diklaim lebih ringan 200 kg daripada kursi pada ATR 72-500. Posisi kursi per bari 2:2, dengan jumlah kursi keseluruhan 72 kursi. Sedangkan untuk fitur lainnya, tak banyak berbeda dengan pesawat lainnya.

"Kursi penumpang dibuat slim dan ergonomis, bisa menghemat berat pesawat kurang lebih 200 kg," ujarnya.

Kabin

Kabin penumpang dalam pesawat ini memiliki desain yang baru. Desain kabin ini diberi nama Armonia Kabin. Selain itu, terdapat penel di bagian belakang kabin dengan display full touch screen.

Harga

Harga dari satu unit pesawat jenis ini adalah US$ 20-22 juta. Hingga akhir 2015, pesawat Jenis ATR 72-600 sudah dipesan Wings Air sebanyak 40 unit.

Asal

Pesawat ini didatangkan dari kota pembuat armada pesawat yang cukup besar di Eropa, yakni Toulouse, Perancis. Pesawat pertama ini berangkat tanggal 19 Desember 2012 dan tiba di Bandara Soekarno Hatta pada tanggal 25 Desember kemarin pada pukul 18.00 setelah beberapa kali mengalami transit.

"Sebelum mencapai Soekarno Hatta kami singgah di Siprus, Oman, ke Srilanka, ke Batam, setelah itu terakhir ke bandara Soekarno Hatta. 26 jam dari Toulouse ke Cengkareng," ungkap Captain Decky Arianto yang saat itu menerbangkan pesawat ini dari Prancis.

Asal

Pesawat ini didatangkan dari kota pembuat armada pesawat yang cukup besar di Eropa, yakni Toulouse, Perancis. Pesawat pertama ini berangkat tanggal 19 Desember 2012 dan tiba di Bandara Soekarno Hatta pada tanggal 25 Desember kemarin pada pukul 18.00 setelah beberapa kali mengalami transit.

"Sebelum mencapai Soekarno Hatta kami singgah di Siprus, Oman, ke Srilanka, ke Batam, setelah itu terakhir ke bandara Soekarno Hatta. 26 jam dari Toulouse ke Cengkareng," ungkap Captain Decky Arianto yang saat itu menerbangkan pesawat ini dari Prancis.
Halaman 2 dari 7
(zul/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads