Suswono: Kita Begitu Ada Impor Kayak Mau Kiamat!

Suswono: Kita Begitu Ada Impor Kayak Mau Kiamat!

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Rabu, 26 Des 2012 15:11 WIB
Suswono: Kita Begitu Ada Impor Kayak Mau Kiamat!
Jakarta -

Menteri Pertanian (Mentan) Suswono mengakui isu impor pangan selama ini masalah yang sensitif. Indonesia memang sampai saat ini tak terlepas dari impor pangan seperti jagung, beras, kedelai dan lain-lain.

"Sering kita begitu ada impor, kayak kiamat, di mana itu kolam susu seperti lagunya Koes Plus," kata Suswono di acara Chief Editor Meeting, di Jakarta, Rabu (26/12/2012)

Padahal menurut Suswono, masalah impor pangan bukan semata-mata masalah kurangnya produksi. Ia mencontohkan, produksi beras dalam negeri tahun ini bakal mencapai 101,67% dari target. Produksi padi tahun ini naik 3,2 juta ton atau 4,87% dari 65,75 juta ton menjadi 68,95 juta ton. Ia beralasan impor beras lebih karena pertimbangan target stok beras di Perum Bulog pada akhir tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Impor ini terkait stok pangan di Bulog, Bulog ditugasi pemerintah stok beras akhir tahun harus 1,5-2 juta ton. Akhir tahun ini stok di Bulog diprediksi 1,3 juta ton, meski tahun ini serapannya lebih baik. Jadi Bulog akan mengimpor 700.000 ton, untuk mencapai 2 juta, jadi tak ada kaitannya dengan produksi beras," jelas Suswono.

Meskipun ia mengakui, ada komoditi pangan yang membuat Indonesia harus bergantung pada impor karena masalah produksi. Ia mencontohkan, komoditi kedelai yang tahun ini anjlok 68.000 ton atau 8%. Komoditi kedelai masih defisit 1,5 juta ton atau tingkat swasembadanya hanya sebesar 34,30%.

"Kedelai kita sasaran produksi 1 juta ton, ARAM II hanya produksi 783.000 ton," katanya.

Ia menjelaskan produksi kedelai yang turun karena minat petani pada komoditi ini terus turun. Harga yang rendah membuat petani malas menanam kedelai. "Kedelai ini problem, karena harga rendah. Sekarang ini memang belum ada HPP tetapi semangat menangani kedelai sudah ada," jelas Suswono.

Sementara itu produk pangan lainnya seperti jagung menunjukan tanda-tanda positif. Jagung tercatat surplus 4,25 juta ton dengan indeks swasembada 131,58%. Produksi jagung naik 1,32 juta ton pada tahun ini atau naik 7,47%. Target produksi jagung tahun ini 18,86 juta ton, sementara berdasarkan ARAM II mencapai 18,96 juta ton, sedangkan produksi 2011 hanya 17,64 juta ton.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads