Prediksi Bisnis 2013 dari 8 Bos Perusahaan Kelas Dunia

Prediksi Bisnis 2013 dari 8 Bos Perusahaan Kelas Dunia

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Kamis, 27 Des 2012 08:55 WIB
Prediksi Bisnis 2013 dari 8 Bos Perusahaan Kelas Dunia
Foto: CNBC
Jakarta - Industri keuangan, teknologi, media, properti memiliki berbagai macam isu, inovasi dan aksi korporasi yang akan terjadi di 2013. Setidaknya beberapa CEO dan pimpinan bisnis dunia memiliki ide atau pandangan tentang apa yang akan terjadi di 2013 dari sudut pandang pemimpin bisnis.

Seperti pandangan CEO dan Komisaris BP Capital, T. Boone Pickens tentang penguasaan energi di Amerika Serikat pada tahun 2013 akan pindah dari pemerintah pusat atau federal ke negara bagian.

Atau pandangan CEO MSLGROUP, Olivier Fleurot yang melihat pengaruh besar sosial media terhadap strategi brand marketing. Mau tahu, gagasan atau pandangan lainnya untuk tahun 2013. Berikut ini hasil penelusuran detikFinance seperti dikutip dari situs berita CNBC, Kamis (27/12/2012).

Richard Branson, Pendiri Virgin Group

Branson menyebut isu terhadap masalah obat-obatan terlarang akan berakhir di 2013.

"Saya berharap komunitas bisnis melihat kegagalan perang terhadap obat-obatan terlarang. Dunia bisnis akan lebih mengadopsi solusi yang lebih humanis menyelesaikan isu pendidikan dan kesehatan daripada
berkutit pada isu kriminal atau narapidana," tutur Branson.

Sallie Krawcheck, Mantan Pemimpin Merrill Lynch

Krawcheck memandang tahun 2013, perlu ada kebebasan untuk jam kerja bagi para pekerja wanita.

"Perusahaan yang modern dan berpikir maju memberikan kebebasan dalam menentukan atau memilih gaya kerja karyawan wanita tanpa harus menghukum karyawan untuk pilihan yang diambil. Perusahaan menyadari, teknologi memungkinan sebuah kedinamisan gaya kerja, membantu produktivitas dan kerangka tim kerja yang sebelumnya sulit terwujud pada lingkungan perusahaan. Perusahaan yang maju, memandang gagasan seperti ini merupakan investasi jangka panjang yang bermanfaat bagi perusahaan," kata Krawcheck.

T. Boone Pickens, CEO BP Capital

Pickens yang juga pendiri dan komisaris BP Capital memandang, di Amerika Serikat para gubernur negara bagian akan memegang kendali lebih kuat dalam pengelolaan energi ke depannya.

"Pada abad 21 merupakan pergolakan pada pengusaaan minyak dan gas bumi. Cadangan migas yang besar akan disebar untuk setiap negara bagian untuk menambah penyerapan tenaga kerja. Cara yang paling murah adalah mengganti bahan bakar solar truk-truk dengan menggunakan bahan bakar gas yang diproduksi di Amerika Utara--perpindahan penguasaan yang lebih cerdas untuk energi dari Washington ke negara-negara bagian akan terjadi di 2013," tambah Pickens.

Brad Smith, Presiden dan CEO Intuit

Smith memandang akan ada penggunaan terhadap akses data yang besar untuk perusahaan UKM dan individual.

"Data membantu untuk proses inovasi serta mendorong UKM dan individual memunculkan gagasan dan melakukan analisis lebih tajam, yang sebelumnya hanya mungkin dilakukan oleh perusahaan besar atau multi nasional. Data merupakan sumber penting untuk sebuah inovasi," tambahnya.

Bill Gross, Pendiri dan CEO Idealab

Gross memiliki pandangan berbeda terhadap isu perubahan iklim.

"Selama abad ini, kita akan merubah pola konsumsi bahan bakar dari energi yang tak terbarukan ke energi terbarukan. Kita bisa memperoleh banyak masalah atau memperoleh banyak manfaat dari pemnafaatan energi itu. Saya memandang tahun depan sebagai langkah awal untuk menggunakan energi terbarukan sebagai gerakan menyikapi perubahan iklim," sebutnya.

James Caan, CEO Hamilton Bradshaw

Caan memandang peran dari generasi muda untuk menyelamatkan kondisi perekonomian dunia.

"Perubahan besar dalam bisnis bisa dilihat dari kacamata umum. Para pengusaha yang lebih kreatif dan atraktif akan menjadi panutan. Ini merupakan hasil dari banyaknya anak muda yang membangun bisnis baru. Saya percaya, kalau ingin terjadi perubahan kondisi ekonomi, kita harus fokus pada pengembangan wirausaha muda," tambahnya.

John Burns, CEO dan Pemilik John Burns Real Estate Consulting

Burns memandang di tahun 2013, harga properti akan kembali naik.

"Jangan kaget kalau harga rumah akan mulai menanjak dengan cepat tahun 2013. Kenapa? karena kredit untuk memiliki rumah akan semakin rendah dan masyarakat akan mulai memikirkan untuk membeli rumah daripada menyewa rumah tiap bulan," katanya.

Olivier Fleurot, CEO MSLGROUP

Fleurot memandang peran media sosial pada pembentukan brand atau merek akan semakin berpengaruh.

"Akan terjadi pembentukan image atau kesan pada merek-merek ternama dunia di 2013. Hal itu mengikuti jejak merek besar seperti Pepsi dan Intel dengan jargon khusus. Misal Coca Cola dengan jargon with Coca Cola journey atau HSBC dengan jargon with business without borders," pungkasnya.
Halaman 2 dari 9
(hen/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads