Direktur Utama Perum PPD Pande Putu Yasa mengatakan, dirinya sudah mengetahui rencana pembelian PPD oleh Jokowi.
"Pak Jokowi berminat (membeli PPD) untuk diubah menjadi BUMD dan secara surat sudah disampaikan," ungkapnya saat dihubungi detikFinance, Sabtu (29/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita mempunyai aset yaitu lahan pool/depo di 8 tempat senilai Rp 480 miliar, bus operasional sebanyak 370 unit dan saham di TransJakarta sebesar 18-44%," tuturnya.
Seperti diketahui, Perum PPD mempunyai 8 pool bus di beberapa tempat yaitu:
- Depo Ciputat seluas 67,87m2 dengan daya tampung 400 armada.
- Depo Pulo Gadung 7,344 m2 dengan kapasitas tampung 80 armada.
- Depo Klender 17.860 m2, dengan kapasitas tampung 120 armada.
- Depo Jelambar 12.335 m2 dengan kapasitas tampung 90 bus.
- Depo Cakung 12.000 m2 dengan kapasitas tampung 80 armada
- Depo Depok 7.135 m2 dengan kapasitas tampung 60 armada.
- Depo Tangerang 3.371 m2 dengan kapasitas tampung 40 armada.
- Depo dan Kantor Pusat di Cawang Jakarta Timur.
Jadi, nilai aset tanah PPD ditambah dengan jumlah bus yang dimiliki, nilainya sudah mencapai Rp 850 miliar. Apabila ditambah dengan sahamnya di TransJakarta, kemungkinan bakal tembus Rp 1 triliun.
Soal penjualan PPD ke Pemprov Jakarta, Putu mengaku pasrah dan menyerahkan keputusan kepada Dahlan Iskan selaku pimpinan tertinggi BUMN.
"Kalau saya selaku pelaksana saya harus tunduk pada Menteri (Dahlan Iskan) dan saya harus memegang keputusan menteri," cetusnya.
(wij/dnl)











































