FITRA: APBN 2013 Sarat Manipulasi

FITRA: APBN 2013 Sarat Manipulasi

Maikel Jefriando - detikFinance
Jumat, 04 Jan 2013 14:56 WIB
Jakarta - Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) menilai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2013 sarat akan manipulasi. APBN 2013 jauh dari target yang diharapkan.

Sekretaris Jenderal FITRA, Yuna Farhan menuturkan tema APBN 2013 adalah meningkatkan kualitas belanja negara melalui efisiensi belanja yang kurang produktif dan meningkatkan belanja infrastruktur untuk memacu pertumbuhan.

"Melihat alokasi anggaran di APBN 2013 itu tidak sesuai," ungkapnya di kantor FITRA, Mampang, Jakarta, Jumat (4/1/2013)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yuna menuturkan sebuah fenomena yang sering terjadi di berbagai negara. Dimana satu tahun menjelang pemilu, instrumen fiskal merupakan alat yang dipergunakan untuk mendukung politiknya.

"Itu manipulasi anggaran, instrumen fiskal dipakai untuk memenangkan salah satu oknum politik," jelasnya.

Pada catatannya, pertumbuhan belanja pusat sebesar 8 persen lebih banyak dinikmati pertumbuhan belanja pegawai 14 persen, belanja barang 25 persen, sementara belanja modal hanya 5 persen.

"Negara mau melakukan efisiensi negara jadi kurang produktif seperti belanja pegawai yang lebih besar," tuturnya.

Maka dari itu, lanjut Yuna sangat disayangkan dengan anggaran yang cukup besar hanya berdampak kecil.

"Ini seperti 2009, yang akan banyak program yang sifatnya populis dan hanya menguntungkan oknum tertentu," pungkasnya.

(dru/dru)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads