Sekretaris Jenderal FITRA, Yuna Farhan menuturkan tema APBN 2013 adalah meningkatkan kualitas belanja negara melalui efisiensi belanja yang kurang produktif dan meningkatkan belanja infrastruktur untuk memacu pertumbuhan.
"Melihat alokasi anggaran di APBN 2013 itu tidak sesuai," ungkapnya di kantor FITRA, Mampang, Jakarta, Jumat (4/1/2013)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu manipulasi anggaran, instrumen fiskal dipakai untuk memenangkan salah satu oknum politik," jelasnya.
Pada catatannya, pertumbuhan belanja pusat sebesar 8 persen lebih banyak dinikmati pertumbuhan belanja pegawai 14 persen, belanja barang 25 persen, sementara belanja modal hanya 5 persen.
"Negara mau melakukan efisiensi negara jadi kurang produktif seperti belanja pegawai yang lebih besar," tuturnya.
Maka dari itu, lanjut Yuna sangat disayangkan dengan anggaran yang cukup besar hanya berdampak kecil.
"Ini seperti 2009, yang akan banyak program yang sifatnya populis dan hanya menguntungkan oknum tertentu," pungkasnya.
(dru/dru)
