"Kondisi ini berpotensi mengakibatkan daerah-daerah tersebut terancam bangkrut," ungkap Sekretaris Jenderal Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Yuna Farhan dalam konferensi pers di kantornya, Mampang, Jakarta, Jumat (4/1/2013)
Yuna menyebutkan, pertumbuhan belanja pegawai di pemerintah daerah pada periode 2007-2012 mencapai 19%. Sementara pertumbuhan belanja pusat hanya 17%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, belanja pegawai yang besar juga disebabkan oleh kehadiran lembaga-lembaga non struktural yang semakin menjamur. "Ini yang mengakibatkan komponen belanja pegawai semakin besar," ucap Yuna.
Ia menegaskan, jika kondisi ini dibiarkan dengan tergerusnya belanja publik dalam jenis belanja barang dan jasa serta belanja modal oleh belanja pegawai, maka dampak terburuk bagi daerah adalah kebangkrutan.
(/)










































