"Ini mimpi BUMN yang sudah lama ada. Bagaimana masyarakat di sekitar lahan milik Perhutani terutama yang miskin agar bisa memanfaatkan lahan tumpang sari untuk menghidupi rakyat miskin," kata Dahlan di pabrik PT Sido Muncul, Jl Soekarno Hatta KM 28, Bergas, Kabupaten Semarang, Sabtu (5/1/2013).
"Nanti akan ditanami empon-empon (rempah-rempah)," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melihat hal tersebut, menteri yang khas dengan sepatu ketsnya itu terbesit ide untuk menjual hasil empon-empon yang ditanam masyarakat ke pabrik jamu yaitu PT Sido Muncul. Ternyata ide tersebut disambut baik.
"Saya mintanya tahun depan ternyata malah siap membeli minggu depan," tandasnya.
Presiden Direktur PT Sido Muncul Irwan Hidayat mengatakan saat ini bahan baku yang paling dibutuhkan adalah jahe dan kunyit. Meski demikian untuk tahap awal ia akan membeli separuh dari hasil panen.
"Untuk mutunya nanti akan ada pendampingan. Kami akan beli sesuai HPP dan profit" kata Irwan.
Sementara itu Kepala Unit I Perhutan Jawa Tengah, Teguh Hadi Siswono mengatakan dari lahan seluas 32 ribu hektare di Blora, rencananya seluas 300 hingga 500 hektare akan digunakan sebagai lahan uji coba.
"Yang sudah siap saat ini seluas lima hektare," pungkas Teguh.
(alg/ang)











































