Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama sepakat membayar asuransi kerusakan akibat badai sandy senilai US$ 9,7 miliar (Rp 92,15 triliun). Obama sudah menandatangani aturan baru terkait hal ini.
Seperti dikutip dari CNBC, Senin (7/1/2013), aturan baru tersebut meningkatkan jumlah plafon pinjaman Federal Emergency Management Agency (FEMA).
Sebelumnya, cadangan dana FEMA sudah dinyatakan menipis dan akan segera habis tanpa adanya bantuan tambahan dana dari pemerintah Amerika Serikat (AS).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu, pemerintah berencana memberikan dana bantuan berupa paket yang lebih lengkap dan menyeluruh. Namun, rencana paket bantuan itu belum dibahas lebih lanjut.
Boehner mengatakan, rencana ini akan dibahas paling cepat 15 Januari mendatang melalui voting dengan para anggota senat AS. Dana bantuan tambahan itu nilainya diperkirakan mencapai US$ 51 miliar (Rp 484,5 triliun). (ang/dnl)











































