Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan Agus Martowardojo dalam konferensi pers Realisasi APBNP 2012 di Gedung Djuanda, Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (7/1/2013).
"Pendapatan pajak dalam negeri realisasinya 96,1 persen dari APBN-P," ungkap Agus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Peningkatan PPN itu karena dalam banyak hal, seperti dilakukannya perbaikan administrasi. Kalau PBB memang koordinasi dan kinerja Pemda mesti ditingkatkan lagi," jelasnya.
Bea masuk tercatat cukup baik diangka Rp 28,3 triliun. Sedangkan Bea Keluar (BK) diketahui melemah karena terkait aturan di sektor mineral.
"Realisasi BK tambang tidak seperti yang diharapkan dan tentu nanti membayar BK harus baik. Ini juga beberapa komoditi yang terkoreksi harganya," tambah Agus.
Kemudian di penerimaan negara bukan pajak (PNBP) tercatat sebesar Rp 361 triliun. Ini ditopang dari penerimaan gas bumi sebesar Rp 61 triliun. Sementara Minyak Bumi hanya menyumbang Rp 144 triliun.
"Total penerimaan SDA Rp 226,5 triliun. SDA Migas Rp 205 triliun dan non migas Rp 20,6 triliun," pungkasnya.
(dru/dru)











































