Wakil Ketua Umum Kadin bidang Industri, Perdagangan, dan Logistik Natsir Mansyur menjelaskan, pemerintah harus mengkaji ulang atau merevisi aturan dan mekanisme FTA jika ingin sukses menjalankan kerjasama dalam bidang perdagangan.
"Persoalan FTA ini pertanayannya FTA ini mau sukses apa tidak? Kalau mau sukses itu perbaiki semua yang telah ada, dirapikan. Toh kalau merugikan, kita bisa minta dibatalkan," ungkap Natsir saat ditemui di kantornya, Jakarta, Rabu (8/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Salah satu contoh FTA kita itu yang terbesar 14 negara. Negara maju saja kayak China, FTA-nya cuma 7. Ini kan kurang oke. FTA itu perlu, tapi kepada siapa kita melakukan kerjasama FTA," jelasnya.
Lebih lanjut dia mencontohkan negara-negara seperti China dan Jepang. Dalam hal ini, dia mendesak pemerrintah untuk mengkaji kerjasama FTA dengan kedua negara tersebut.
"Harusnya kita ber FTA dengan negara yang lebih rendah daripada kita. Biar kita bisa jualan di sana. Perdagangan kita dengan Jepang dan China, dengan China kan jelas-jelas rugi terus, buat apa dilanjutkan kalau kita rugi terus," tegasnya.
(/)











































