Pengusaha: 60% Biaya Logistik Ada di Pelabuhan

Pengusaha: 60% Biaya Logistik Ada di Pelabuhan

Zulfi Suhendra - detikFinance
Kamis, 10 Jan 2013 13:39 WIB
Pengusaha: 60% Biaya Logistik Ada di Pelabuhan
Jakarta - Permasalahan tingginya biaya masih menjadi keluhan dari para pengusaha bidang logistik. Mereka mengeluh pengeluaran terbanyak dalam hal logistik ada di pelabuhan.

Wakil Ketua Umum Indonesian National Shipowners Association (INSA) bidang Angkutan Kontainer, General Cargo, dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Asmary Hery mengatakan biaya logistik yang harus dirogoj pengusaha paling besar di pelabuhan laut.

Ia mencontohkan, untuk perjalanan sebuah kapal dari pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta ke pelabuhan Belawan, Medan, biaya logistiknya sudah mencapai Rp 6 juta. Sebanyak 60% biaya tersebut dihabiskan di pelabuhan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau rata-rata biaya transportsi Jakarta-Medan Rp 6 juta, itu 60% paling besar ada di pelabuhan. Stuffing (jasa muat), bongkar, muat, lift on lift off dll," ungkap Hery saat ditemui di Menara Kadin, Kamis (10/1/2013).

Hal itu diperparah dengan rencana kenaikkan tarif layanan di beberapa pelabuhan. Malah menurut Hery, beberapa pelabuhan sudah menaikkan tarif layanannya. "Itu belum mengakomodasi kenaikkan biaya pelabuhan yang rata-rata naik, Medan naik, di Pontianak hampir 100%. dari Rp 275 menjadi Rp 550 ribu/Teus," katanya.

Hal tersebut dinilai kurang sejalan dengan rencana pemerintah menerapkan program pendulum nusantara, yaitu koridor utama penghubung wilayah timur-barat Indonesia, tujuannya adalah untuk menekan biaya logistik hingga 50%, agar perekonomian lebih cepat tumbuh.

Pendulum nusantara tersebut akan menghubungkan pelabuhan Belawan, Batam, Tanjung Priok, Tanjung Perak, Makassar, Sorong. "Konsepnya sih sudah bagus, tapi harus ada action yang jelas. Katanya bisa menurunkan biaya Jakarta-Belawan dari Rp 6 juta menjadi Rp 3 juta. Bagaimana bisa kalau tarifnya naik terus," tegasnya.

(zlf/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads