Hari ini Bandara Silangit di Tapanuli Utara resmi diserahkan kepada PT Angkasa Pura (AP) II dari pengelolaan sebelumnya oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Acara penyerahan operasional bandara tersebut cukup meriah. Pejabat yang hadir seperti Menteri BUMN Dahlan Iskan dan Dirjen Perhubungan Udara Hery Bhakti S. Gumay.
Kepala Humas Kementerian BUMN Faisal Halimi mengatakan, dengan penyerahan bandara ini kepada AP II, maka akan segera dilakukan perubahan-perubahan seperti memperpanjang landasan pacu (runway), lalu membangun kargo, terminal, dan fasilitas pendukung lainnya untuk menyambut wisatawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kenapa saat memimpin PLN beliau (Dahlan) menyampaikan usul agar Silangit ini dikembangkan? Karena saat menjadi Dirut PLN keliling seluruh Indonesia, beliau melihat bahwa Daerah inilah yang termasuk terbelakang," kata Faisal kepada detikFinance, Jumat (11/1/2013).
Disampaikan Faisal, dalam acara tersebut, Hery Bhakti mengatakan, selama ini Bandara Silangit merupakan bandara kelas empat. Panjang landasan pacu 2.400 meter dengan lebar 30 meter yang bisa digunakan untuk pesawat jenis Boeing 737.
"Sehingga diharapkan AP II dapat mengmbangkan runway sehingga bisa didarati Boeing 737 seri terbaru NG 800. Tren penumpang juga meningkat, 2011 ada 6.000 penumpang dan 2012 sudah 7.000 penumpang," ujar Faisal.
Posisi bandara ini penting sebagai pintu masuk wisatawan ke Tapanuli Utara yang ujungnya bakal meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
"Acara diselingi dengan pemberian Borang Borang dan seperangkat pakaian adat kepada Pak Dahlan oleh tokoh adat dan pemerintah daerah Tapanuli Utara. Menurut tokoh adat, pemberian adat ini sangat selektif dan hanya diberikan kepada pemimpin yang menyayangi rakyatnya, dicintai rakyatnya, dan dirindui rakyatnya," jelasnya.
Acara tersebut dihadiri juga oleh TB Silalahi yang juga turut senang dengan penyerahan operasional bandara Silangit ini. Dia berharap, bandara ini dapat segera berkembang agar pertumbuhan ekonomi di Tapanuli Utara semakin meningkat. (dnl/dru)










































