Kepala Hubungan Masyarakat PT MMS, Rakhmatullah mengungkapkan ada potensi kerugian akibat banjir ini, walaupun dirinya belum dapat memastikan nilai pasti kerugian yang dialami perusahaannya tersebut.
"Tentu saja kalau bicara kerugian ada, akibat genangan ini imbasnya nanti jalannya rusak, tapi kita belum bisa lihat mana saja yang rusak," ungkap Rakhmatullah kepada detikFinance, Jumat (11/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini karena curah hujan. Terakhir tahun kemarin jalan ini sudah dinaikkan kurang lebih 40 cm dari tahun sebelumnya, dan hampir seluruh jalan tol kita ditinggikan," katanya.
Ia memperkirakan, paling lambat sore nanti kondisi jalan tol akan normal dan fungsional dapat dilalui kendaraan dari 2 arah, dari atau menuju Jakarta. "Kita perkirakan, atau kita harapkan mungkin sekitar pukul 1 atau sore hari sudah mulai normal kembali," pungkasnya.
Seperti diketahui banjir membuat kemacetan baik di tol maupun jalur-jalur utama dari dan menuju Jakarta dan Merak. Akses tol di titik tersebut ditutup sepanjang 21 km. Pengelola tol mengalihkan arus lalu lintas. Lalin ke Merak masuk KM 39 pintu Tol Balaraja Barat, kemudian keluar dan masuk lagi melalui pintu Tol Ciujung di KM 60.
(zlf/hen)










































