Keinginan Jokowi Pasang Tarif MRT Rp 10.000 Dikritik

Keinginan Jokowi Pasang Tarif MRT Rp 10.000 Dikritik

Zulfi Suhendra - detikFinance
Jumat, 11 Jan 2013 14:28 WIB
Keinginan Jokowi Pasang Tarif MRT Rp 10.000 Dikritik
ilustrasi: MRT di China
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menginginkan tiket Mass Rapid Transit (MRT) bisa di bawah Rp 10.000/orang mendapat kritikan. Pengamat menilai besaran ini tidak mestinya, harusnya tarif MRT disesuaikan berdasarkan jarak.

"Tiket itu tergantung jarak," kata Pengamat Transportasi Indonesia, Yayat Supriyatna saat dihubungi detikFinance, Jumat (11/1/2013).

Ia menjelaskan, akan terjadi kecemburuan sosial antara penumpang jika tiket disama-ratakan. Contohnya untuk jarak dari stasiun-ke stasiun ditetapkan tarif dasarnya. Namun untuk jarak yang lebih jauh, tarif progresif harus ditetapkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nggak fair (kalau sama rata). Jadi harus berdasarkan jarak, yang dekat dirugikan, yang jauh diuntungkan," katanya,"

Menurut Yayat, tarif ideal untuk MRT ini berkisar diantara Rp 10-Rp 20 ribu. Hal ini akan berdampak pada tingkat pelayanan nantinya. "Idealnya saya kira Rp 10-20.000. Jadi ditetapkan tarif dasarnya, dan tarif progresifnya. Setiap kilometer misalkan ada kenaikkan," tutupnya.

Seperti diketahui Jokowi mengharapkan tiket MRT bisa ditawarkan ke masyarakat secara murah. Ia berharap tiket MRT bisa di bawah Rp 10.000 per orangnya.

"Harga tiket itu tadi tergantung beban berapa. Kita inginnya di bawah Rp 10.000 karena kalau di Singapura hanya 1 dolar Singapura jadi kira-kira berkisar di Rp 7.000-8.000 itu (setelah subsidi) angkanya seperti itu intinya di bawah Rp 10.000 untuk 2015," imbuh Mantan Wali Kota Solo ini.

(zlf/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads