"Tiang-tiang milik Adhi Karya itu membentang dari Kuningan hingga Setiabudi, kita akan uji ketahanannya nanti," ungkap Juru Bicara Jakarta Monorail Bovanantoo kepada detikFinance, Sabtu (12/1/2013).
Bovanantoo juga mengatakan, sebelum tiang-tiang monorel dibangun kembali, pihaknya akan melakukan uji laboratorium terkait kelayakan pembangunan kembali tiang-tiang tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tetapi ia meyakini mayoritas tiang-tiang yang telah berdiri sejak 2004 ityu masih layak untuk digunakan dan dilanjutkan pembangunannya.
"Layak dan sangat layak (tiang monorel yang lama), jika ditabrak kendaraan besinya itu bengkok kita uji ,lab kemudian kita potong dan kita sambung dengan besi yang baru itu untuk tiang yang lama," ujarnya.
Sebelumnya Bovanantoo mengatakan pihaknya membutuhkan dana sekitar Rp 7 triliun untuk pembangunan monorel di Jakarta. Dana tersebut digunakan untuk pengembangan rute monorel yaitu green line (jalur hijau) dan blue line (jalur biru).
Pihak Jakarta Monorail bakal menggandeng Hadji Kalla Group untuk pembangunan monorail DKI tersebut.
Skema pembiayaan ini menurut Bovanantoo tak jauh beda dengan skema pembiayaan monorel yang lama yakni sebagian besar akan tetap dibiayai oleh perbankan. "Pendanaan dari equity dan loan, dari konsorsium dan 70% pinjaman bank," sebutnya.
Selain itu, Jakarta Monorail siap memembayar tiang-tiang monorel milik Adhi Karya yang terbengkalai senilai Rp 120 miliar setelah konsorsium baru terbentuk. "Full Jakarta Monorail yang bayar dan kita langsung bayar," tambahnya.
Sebelumnya Sekretaris Perusahaan Adhi Karya, Amrozi Hamidi, menegaskan kalau pihaknya tak keberatan, Jakarta Monorail menggunakan tiang-tiang monorel milik ADHI yang telah lama mangkrak asalkan dibayar sesuai ketentuan.
"Tiang monorel yang sudah dipancang tinggal dibayar diapreasiasi saja, semua di bawah koordinasi Pemprov sekitar Rp 120 miliar" tambahnya.
Amrozi mengatakan, pihaknya belum mundur dari proyek monorel DKI. Konsep monorel versi Adhi Karya dan Jakarta Monorail berbeda. Adhi Karya tetap menawarkan konsep monorel DKI Jakarta dengan rute jalur Timur yakni dari Bekasi Timur ke Cawang dan Cibubur ke Cawang kemudian dilanjutkan menuju tengah kota.
(wij/dnl)










































