Tol Tangerang-Merak sempat ditutup karena banjir beberapa hari lalu. PT Marga Mandala Sakti selaku operator mengaku rugi miliaran rupiah akibat sepinya lalu lintas yang masuk ke tol itu.
Hal tersebut diungkapkan oleh Presiden Direktur Marga Mandala Sakti Wiwiek D. Santoso saat ditemui di km 57 Tol Tangerang-Merak, Banten, Senin (14/1/2013).
"Kita rugi sekitar Rp 1,2 miliar per hari, pemasukan kita hanya Rp 400-500 juta pas banjir itu," ungkap Wiwiek.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita belum bisa hitung yang potensial loss (potensi kerugian) dari jalan itu," katanya.
Wiwiek menyebutkan, pada saat terjadi banjir, banyak warga yang mengungsi ke ruas jalan tol, karena tak sedikit tempat tinggalnya terendam luapan air dari sungai Ciujung ini.
"Kita juga sempat buat dapur umum. Jadi kita tak hanya memikirkan tol kita saja, tapi warga juga kita perhatikan," cetusnya.
Beberapa waktu lalu, banjir membuat kemacetan baik di tol maupun jalur-jalur utama dari dan menuju Jakarta dan Merak. Akses tol di titik tersebut ditutup sepanjang 21 km. Pengelola tol mengalihkan arus lalu lintas menuju Pelabuhan Merak masuk KM 39 pintu Tol Balaraja Barat, kemudian keluar dan masuk lagi melalui pintu Tol Ciujung di KM 60. Namun saat ini, tol tersebut sudah berfungsi normal seperti biasa.
(zlf/dnl)










































