Menurut Direktur Jakarta Tollroad Development (JTD) Frans Sunito, total 6 ruas jalan tol ini lebih kurang sepanjang 70 Km. Keberadaan ruas jalan untuk menjaga keseimbangan kapasitas transportasi dengan kapasitas jalan yang ada di Jakarta.
"Pada prinsipnya kita sepakat bahwa tulang punggung transportasi ibu kota adalah angkutan umum," ujar Frans dalam paparanya di Balai Agung, Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (15/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kedua ruas tol ini ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2014," kata Frans.
Pembangunan kemudian dilanjutkan di ruas tol Duri Pulo- Kampung Melayu dengan jarak 12,65 kilometer dengan nilai investasi Rp 5,96 triliun dan Kemayoran-Kampung Melayu sepanjang 9,60 kilometer senilai Rp 6,95 triliun.
Tahap terakhir adalah pembangunan ruas jalan tol Pasar Minggu-Casablanca sepanjang 9,15 kilometer dengan investasi Rp 5,71 triliun dan pembangunan tol Tanah Abang-Ulujami.
Frans menargetkan awal 2020 enam ruas tol ini sudah selesai pembangunannya dan pertengahan 2020 sudah bisa digunakan. "Keenam ruas tol itu akan menyatu dengan tol lingkar luar milik PT Jasa Marga. Namun, tarifnya akan terpisah dengan tol lingkar luar," jelasnya.
Mengenai fasilitas bus TransJakarta akan ditempatkan di 17 lokasi. Antaralain lokasi busway dari Rawa Buaya hingga kawasan Casablanca, Kampung Melayu, Pancoran dan Pasar Minggu.
Selain itu, untuk pintu masuk dan keluar tol (on/off ramp) rata-rata berjarak 8 kilometer. On/off ramp terdiri dari 9 lokasi yaitu di Semanan sepanjang 6 km, Pedongkelan sepanjang 4 km, Grogol sepanjang 12 km, Boulevard Barat 8 km, Slipi 12 Km, Pancoran 9 km, Tanjung Barat 5 km, Bekasi Raya dan Pramuka.
(jor/hen)










































