Hal tersebut dikemukakan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Suswono dalam acara Rapat Kerja Nasional Pembangunan Pertanian di Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Rabu (16/1/2013).
"Kinerja produksi kedelai mengalami penurunan dari 851.000 ton tahun 2011 menjadi 783.000 ton tahun 2012 (7,99%)," kata Suswono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Permasalahan utama yang mengakibatkan tak tercapainya produksi kedelai ini adalah program perluasan areal tanam kedelai tidak berjalan. Di samping itu budidaya kedelai dari sisi ekonomis saat ini kalah bersaing dengan komoditas tanaman lainnya," jelasnya.
Sementara itu, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, impor kedelai masih akan tetap dilakukan. Dalam hal ini Bulog didaulat sebagai importir. Menurutnya, impor kedelai dilakukan untuk mengantisipasi stok komoditi ini di dalam negeri, dan menjaga stabilitas harga.
"Sehingga jika terjadi harga tinggi, harga tetap stabil dan pengrajin tahu dan tempe kita tetap hidup," katanya.
Meski demikian, Hatta menyerahkan sepenuhnya volume impor kedelai ini ke Kementerian Perdagangan. "Nanti Mendag yang akan mengatur," katanya.
(zlf/hen)











































