Kekurangan itu, disebabkan oleh cepatnya pertumbuhan lalu lintas pesawat di Indonesia.
"Dari jumlah ATC saat ini 1.000 petugas ATC, kita masih butuh 800 petugas ATC. Ini tantangan kita," tutur Mangindaan di Kementerian BUMN Jakarta, Rabu (16/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tempat yang sama, Direktur Utama Perum Navigasi Ichwanul Idrus menjelaskan, kebutuhan ideal ahli navigasi tidak hanya dari sektor ATC. Menurutnya, di dunia navigasi udara, ada sektor lain yang membutuhan tambahan pegawai ahli untuk bisa memenuhi standar ideal.
"Catatan saya sewaktu direktur navigasi, Maret 2012, itu kebutuhan kita 555 ATC, 435 komunikasi perbangan, penerangan aeromatika 250 orang, belum lagi teknisi radio radar segala macem itu masih butuh 400. Itu banyak sekali," tambahnya.
Namun Ia menegaskan, secara standar minimum, jumlah ahli navigasi di Indonesia telah memenuhi standar minimum kebutuhan namun hal tersebut belum proporsional mendukung pertumbuhan industri penerbangan yang cepat. Dalam masa transisi, untuk memenuhi kekurangan kebutuhan ahli navigasi secara bertahap, pihaknya akan melakukan penerimaan pegawai secara cepat.
"Rekrut dengan pola singkat, yang penting memenuhi kompetensi standar," pungkasnya.
(hen/dru)










































