Apresiasi itu disampaikan Gatot dalam pertemuan di rumah dinas Jl. Sudirman, Medan, Rabu (16/1/2013). Hadir dalam kesempatan itu Ses Ditjen Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan Partogi Pangaribuan, Ketua DPD Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Sumut, Khairul Mahalli, General Manager PT Angkasa Pura II Said Ridwan dan para pemangku kepentingan kegiatan ekspor.
Disebutkan Gatot, di tengah kelesuan kondisi perekonomian global, Sumut berhasil menjaga nilai perdagangan tetap surplus, sementara secara nasional perdagangan Indonesia mengalami defisit. Selama periode Januari hingga November tahun 2012 neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit mencapai US$ 1,3 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Sumatera Utara surplus neraca perdagangan selama sebelas bulan tahun 2012 mencapai US$ 4,81 miliar. Nilai ekspor komulatif provinsi ini Januari-November mencapai US$ 9,5 miliar. Walaupun angka tersebut menurun 12,36 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu US$ 10,9 miliar.
Dalam kesempatan yang sama, Ses Ditjen Perdagangan Dalam Negeri, Partogi Pangaribuan menyatakan, nilai ekspor Indonesia pada tahun 2012 mengalami penurunan sekitar US$ 20 miliar jika dibandingkan tahun 2011.
"Menteri Perdagangan sudah mencanangkan tahun 2013 ini bagaimana meningkatkan ekspor. Terima kasih karena pada masa sulit sekarang, perdagangan Sumut masih mampu mengalami surplus," ujar Pangaribuan.
(rul/dru)











































